Hasil Pertanian Menurun, Bupati Sebut Akibat Banjir

gagal-panen-300x169Indojatipos.com, KERINCI – Banyaknya lahan Pertanian yang masih terendam air, terutama di kawasan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci membuat hasil pertanian Kerinci menurun. Sebab ratusan hektare sawah taj bisa digarap dan sejumlah petani gagal panen.

Bupati Kerinci, H Adirozal mengakui hal ini. Ia bilang salah satu penyebab sawah terendam adalah meluapnya sungai dan dangkalnya Danau Kerinci. Sementara curah hujan pada 2016 ini memang cukup tinggi.

“Kabupaten Kerinci daerah pertanian di Provinsi Jambi, tapi banjir terjadi hampir semuanya kita Kerinci telah mengurangi hasil pertanian,” katanya (10/5).

Bupati mengatakan kawasan danau kerinci yang sering banjir penyebabnya dangkal 3-4 meter dari dasar. Membuat air naik keatas sehingga menggenangi sawah di keliling danau Kerinci tersebut.

Ia katakan banjir yang melanda lahan pertanian, Kabupaten Kerinci telah menetapkan status darurat Banjir dari 4 Mei – 3 Juni 2016. “Sebulan darurat bencana banjir. Itu Sudah saya tanda tangani suratnya,” sebutnya.

Selain itu, mantan Wakil Walikota Padang Panjang ini, minta kepada Camat di kabupaten Kerinci, untuk  koordinasi dengan desa. Bupati juga minta BPBD Kerinci dekumentasinya harus lengkap.

“Bencal ketika menaikan suratnya harus cek dulu ke lapangan jangan sampai bantuan itu kurang atau berlebih, jadi harus jelas betul untuk bantuannya. Ini supaya tidak menjadi persoalan setelah itu,”tandasnya.

Sementara itu, Kasi Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kerinci, Anshari mengatakan sejak tanggal 4 Mei pemerintah daerah sudah menetapkan darurat banjir.

Dia mengatakan untuk data sawah yang terendam baru diterima dari kecamatan Depati Tujuh dan Danau Kerinci. Di kecamatan depati tujuh sekitar 30 hektare sawah ditiga desa terendam banjir. Selain itu di
Kecamatan danau Kerinci ada di desa Pendung talang genting seluas 20 hektare.

“Cuma dari daerah lain belum ada dikirm data oleh camat atau kades. Kita harapkan kades menyampaikan ke BPBD. Karena mereka lebih tahu dan penyuluh pertanian setempat,”pungkasnya. (Arfa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *