Diduga Gelap Dana ADD, Kades Diair Dilaporkan ke Inspektorat Kerinci

add-diinhu-dimakan-kades
ilustrasi

Indojatipos.com, KERINCI – Afrizal Kepala Desa Koto Diair, Air Hangat, Kerinci, dilaporkan warga dan BPD kepada Insfektorat atas pelaksanaan dana Desa yang dinilai warga tidak transparan.


Menurut informasi, kepala Desa dalam rapat bersama masyarakat saat pencairan pertama dana desa sebesar 40 persen yang diterima kepala desa 104 juta kemudian dilaporkan kepala ke Desa 70 juta rupiah, kemudian pencairan tahap kedua juga dicairkan 70 juta rupiah.

Menurut salah seorang warga setempat, mengatakan kepala desa tidak transparan mengelola dana desa, dalam rapat kepala desa mengatakan pencairan pertama 70 juta padahal pencairan pertama 40 persen kalau 40 persen dananya 104 juta.

“Warga bersama BPD sudah melaporkan kepala desa ke Insfektorat, karena kades tidak terbuka, misalnya dana pecairan tahapĀ  pertama 70 juta padahal 40 persen dari 250 juta lebih itu 104 juga tapi kepala desa melaporkan hanya 70 juta sisanya kemana?,”ungkap sumber.

Sementara itu, Ketua BPD Desa Koto Diair, Murhono, membenarkan kalau BPD sudah melaporkan Kepala desa ke Insfektorat terkait penggunaan dana desa yang dinilai warga tidak transparan, padahal BPD wajib tahu kemana saja dana itu.

“Ya, BPD bersama masyarakat sudah melaporkan kades ke Insfektorat, apa hasilnya infektorat sudah turun baru satu kali,”jelasnya

Dikatakan Ketua BPD masyarakat juga minta Kepala Desa Mundur dari jabatannya. “Ya, warga juga minta kepala mundur karena kepala desa terindikasi KKN, sampai saat ini kami BPD tidak tahu persis berapa dana desa,”jelasnya.

Kepala Desa Koto Diair, Afrizal saat dikonfirmasi mengetahui adanya laporan warga bersama BPD ke insfektorat namun dirinya tidak tahu persis masalah yang dilaporkan karena surat laporan tersebut tidak disampaikan kepada dirinya.

“Saya tahu ada laporan ke Insfektorat tapi saya tidak tahu masalahnya laporan itu, apa yang dilaporkan saya sudah terbuka, kalau masalah pekerjaan itu ada tim dilapangan, silahkan tanya langsung,”jelasnya

Dikatakan Kepala Desa masalahnya minta uang dengan dirinya sebesar 15 juta, tapi mau diberi uang dari mana.

“BPD itu mau minta uang 15 juta, honor BPD 9 juta sekian dan sudah saya berikan, kemudian BPD minta tambah- saya katakan tambahnya tidak ada, saya rasa saya sudah terbuka,”jelasnya.(co)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *