M Ali Ikhsan dan DD Saling ‘Menyalahkan’

sms okeKERINCI, IJP – M Ali Ikhsan yang merupakan tokoh Desa Pondok Beringin, Sitinjaulaut, Kerinci yang pada awalnya diberitakan oleh salah satu media online menagih janji Wabup Kerinci Zainal Abidin kini disebut berdalih dan terkesan munafik oleh DD.

DD sendiri sebelumnya disebut oleh M Ali Ikhsan sebagai dalang dan mengkambinghitamkan dirinya. Kini keduanya mulai saling menyalahkan.

Ali Ikhsan sendiri sebelumnya telah meminta maaf kepada Wabup Kerinci Zainal Abidin terkait komentarnya di salah satu media online, hanya saja menurut Ikhsan komentarnya tersebut sengaja dipelintir oleh DD dan dipublikasikan ke media untuk menyerang Wabup Kerinci.

DD sendiri kata Ali Ikhsan menaruh sakit hati ke Wabup karena tidak lulus seleksi pendamping desa dan menolak menjadi sponsor turnamen di Pondok Beringin.

Padahal kedua masalah itu sudah sangat jelas duduk persoalannya. Untuk persoalan pendamping desa bukan kewenangan Wabup, sedangkan untuk sponsor turnamen Pemkab Kerinci hanya melaksanakan satu turnamen bergengsi yaitu Bupati Cup.

Berdasarkan data yang diterima media ini, Ikhsan tidak langsung membalas SMS yang dikirim oleh Wabup seperti yang diberitakan oleh salah satu media. Wabup pun tidak mengirimkan pesan bernada ancaman.

Malahan, karena merasa akibat perbuatannya Nama Wabup jadi tercemar, maka Ali Ikhsan mengaku malu untuk langsung membalas SMS yang dikirimkan Wabup tersebut.  Ini sms M Ali Ikhsan yang sangat jelas menyebut bahwa dirinya tidak membalas secara langsung SMS Wabup seperti yang diberitakan media.

“Kepada Yth bapak Wabup sebenarnya sudah lama saya ingin membalas sms p wabup, namun hati sangat malu karena tidak menyangka hal ini sudah sampai sejauh ini. Bukan untuk mencemarkan nama baik p nanda (Wabup.red), semua ini di luar perkiraan sebenarnya saya masih punya naluri dan masih memegang kepercayaan yang diamanatkan kepada saya berkecimpung mengusung pak nanda hingga menjadi wabup sampai kapan tetap saya pegang karena saya pribadi merasa amanat tersebut suatu pengorbanan dan saya tak pernah meminta pamrih apapun dari pak nanda. Saya hanya berdoa pada saat itu perjuangan yang saya lakukan pada saat itu dapat memenuhi harapan kita bersama pak nanda yth tampa mengurangi rasa hormat saya bahwa saya merasa dikambinghitamkan,” tulis Ali Ikhsan pada pesan singkatnya kepada Wabup, Jumat (10/06), pukul 03 17 WIB dini hari. (Rfa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *