Dinkes Sungaipenuh Sosialisasi Perda 8/2016 Tentang Pemberian ASI

Inisiasi Menyusui Dini Gerbang Sukses Menuju ASI Ekslusif

 

SUNGAIPENUH – Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah proses menyusui pada bayi yang dimulai secepatnya setelah bayi dilahirkan. Banyak manfaat luar biasa dari IMD karena terjadi kontak kulit ibu dan bayi saat baru lahir.

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) ini merupakan langkah penting yang dilakukan ibu dan bayinya saat baru melahirkan. IMD tak boleh dilewatkan, kecuali dalam kondisi tertentu.

“Tujuannya, agar bayi diberikan ASI untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan pemberian ASI ekslusif untuk Terjalinnya hubungan kasih sayang ibu dan anak, serta keluarga.Disamping terbentuknya IQ dan Emosional anak,” ujar Kadis Kesehatan Kota Sungaipenuh Eddy Zulyadi SIP pada pembukaan sosialisasi Perda nomor 8 tahun 2016 tentang Pemberian ASI Ekslusif, yang diikuti 35 kader Se-Kota Sungaipenuh di aula Plaza Arafah, Rabu (24/5).

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) 15 tahun 2014, Pasal 2 menyebutkan, tenaga kesehatan wajib melaksanakan IMD terhadap bayi baru lahir kepada ibunya paling singkat selama satu jam, jika tidak ada kontra indikasi medis.

Eddy Zulyadi mengungkapkan, terkadang bayi sudah diangkat dari atas dada ibunya kurang dari satu jam melakukan IMD.

“Target IMD bukan menemukan puting. Kalau 55 menit sudah menemukan puting, kemudian keluar asi, menyusui, lalu diangkat, ya tidak begitu. Syaratnya tidak boleh kurang satu jam,” teranganya saat memberi Bintek di Puskesmas Koto Lolo.

IMD dilakukan segera setelah bayi baru lahir. Letakkan bayi di atas dada ibu dan biarkan ia mencari puting ibunya sendiri.

Menurut dokter spesialis anak, Eddy Zulyadi menjelaskan, 99 persen bayi berhasil menemukan puting ibunya tanpa bantuan, kemudian menyusui.

Harus ada sentuhan langsung antara kulit bayi dan ibunya. Bayi pun akan merasa hangat ketika berada di atas dada ibunya. Proses menyusui selama minimal satu jam itu bermanfaat untuk menyempurnakan saluran pencernaan bayi baru lahir.

Selain itu, setiap gerakan bayi di atas dada hingga perut ibu juga sangat berarti. Gerakan kepala dan tangan bayi seolah memijat payudara ibunya.

Tak hanya itu, seperti juga ditulis dalam buku Gizi Ibu dan Bayi, IMD dapat mencegah terjadinya hipotermia karena bayi langsung mendapat kehangatan dari ibu melalui sentuhan kulit.

Dengan melakukan IMD, ikatan batin antara ibu dan bayi akan lebih erat. Melakukan IMD juga membuat bayi memiliki antibodi lebih cepat sehingga mencegah infeksi dan kematian pada bayi.

IMD dilakukan paling baik, dilakukan maksimum dilakukan 5 menit setelah kelahiran.

Periode 5 menit pertama dianggap sebagai waktu yg menandakan bayi dalam kondisi aktif. Saat IMD, tangan bayi tak perlu dilap bersih agar aroma cairan amnion (cairan ketuban) tetap ada di tangannya.

Setelah bayi lahir dan dibersihkan, letakkan bayi dengan posisi tengkurap di dada atau perut ibu dengan kulit saling bersentuhan. Kemudian, biarkan bayi mencari sendiri puting susu ibunya.

Inti dari inisiasi adalah adanya kontak kulit dini (early skin-to-skin contact) minimal satu jam antara bayi dan ibu. Dalam satu jam pertama daya refleks bayi menghisap puting susu dibangun dengan optimal.

Karena itu, tenaga kesehatan, baik dokter maupun bidan, seharusnya tidak memisahkan bayi dan ibu pada satu jam pertama dengan berbagai kegiatan, seperti memandikan, menimbang berat, maupun mengukur panjang bayi.

Seperti diketahui, selain mengeluarkan ASI dan kolostrum kelenjar penghasil ASI di payudara ibu juga juga memiliki aroma yang khas sehingga memancing bayi mendekati payudara ibu. Aroma itu sama dengan aroma amnion.

Mintalah bantuan petugas kesehatan untuk melakukan IMD. Berikan bayi selimut atau tutup kepala agar tidak terasa dingin.

IMD dilakukan minimal selama 1 jam. Sebagian besar bayi akan berhasil menemukan puting ibunya dalam waktu 30-60 menit.

Hormon oksitosin ibu bisa meningkat dan ASI akan keluar lebih banyak. IMD juga merupakan langkah menyukseskan ASI eksklusif selama 6 bulan. Ada sejuta manfaat dari inisiasi menyusu dini.(rco)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *