Bunga Bangkai Tumbuh Belakang Rumah Kades, Warga Berdatangan untuk Selfie

 

Bunga Bangkai Tumbung Belakang Rumah Kades di Kerinci.Foto-FbNopan.

KERINCI – Warga Desa Betung Kuning, Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, mendadak heboh, dan berbondong-bondong mendatangi rumah kepala desa.

Penyebabnya, adalah munculnya bunga langka yakni Bunga Bangkai (Amorphophallus),yang tumbuh di belakang rumah kepala desa Betung Kuning, tepatnya di rumah Samuil.

Selain untuk melihat bunga langka tersebut, kedatangan warga juga untuk berselfi. Sejak ditemukan, sudah ratusan orang datang ke lokasi itu.

“Langka. Baru sekarang ditemukan ada bunga bangkai, apalagi tumbuh di tengah pemukiman masyarakat,” kata Nopan, warga setempat.

Dia menjelaskan, bunga ini sebenarnya sudah muncul sejak empat hari lalu. Hanya saja baru hebohnya sekarang, setelah warga mengetahui itu adalah Bunga Bangkai.

“Tingginya sekitar dua meter. Tiga hari lalu sudah ada, hanya saja warga tidak tahu kalau ini adalah Bunga Bangkai,” tambah Nopan usai selfi di lokasi itu.

Agar bunga tidak rusak, saat ini pemilik rumah bersama dengan warga, sudah memasang pagar pengaman. “Sepertinya warga ikut menjaga,” tegasnya.

Hal yang sama disampaikan warga lainnya, Robi. Dia mengatakan pemilik rumah baru mengetahui keberadaan bunga tersebut, karena mengeluarkan bau busuk saat pagi hari.

Sementara itu, informasi dari sejumlah sumber, menyebutkan Bunga Bangkai jenis ini adalah Amorphophalus Gigas.

Bunga ini hanya tumbuh dan ditemukan di Sumatera (endemik). Keistimewaan bunga ini adalah bisa tumbuh hingga ketinggian empat meter. Jenis ini memiliki putik yang lebih besar dan tangkai putik yang lebih panjang, serta benang sari yang lebih pendek.

Namun keberadaan Amorphophalus Gigas di sumatera sudah sangat memprihatinkan, akibat ulah perusak hutan yang tidak bertanggung jawab.

Sehingga terjadinya kerusakan hutan yang menyebabkan jenis ini semakin susah ditemui, serta putusnya mata rantai ekosistem seperti hilangnya serangga penyerbuk, dan burung-burung yang membantu penyebaran biji.

Umbinya padat dan bulat, yang bisa memiliki berat mencapai 70 kilogram, tidak mengeluarkan tunas samping tahunan, daun tunggal dan memiliki tangkai daun dari 300-400 cm.

Bunga ini melakukan penyerbukan, dengan memanfaatkan bau busuk yang terdapat dalam kelopaknya. Dengan bau busuk tersebut ia bisa memancing kedatangan serangga, yang nantinya akan membantu proses penyerbukan.(ja/co)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *