Proyek Bawang Akan Dilaporkan, Nama Adik Bupati Kerinci Ikut Disebut-Sebut

 

20 Karung Bawang Merah Disinyalir Tak Sesuai Spek.

KERINCI — Hiruk pikuk soal proyek pengadaan bibit bawang Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikutura Kabupaten Kerinci, semakin melebar. Bibit bawang yang diterima petani diduga tidak sesuai spesifikasi.

Proyek bibit bawang ini menelan dibiayai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN 2017 senilai Rp 609 juta. Bibit disalurkan ke petani, namun disinyalir ada permainan, sehingga merugikan negara.

Menurut petani, bibit yang mereka terima seharusnya bibit Brebes dan Birma. Nyatanya, bibit yang diserahkan dicampur dengan bibit Thailand dan Bombay.

Aktivis Kerinci, Zoni Irawan, mengendus proyek pengadaan bawang merah ini merugikan petani. Kerugian negara diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

“Kita mensinyalir adanya permainan dalam proyek pengadaan bibit ini. Bibit yang diterima petani di wilayah Kayuaro ini diduga tidak sesuai spek. Awal proses tendernya juga bermasalah,” ujar Zoni.

Zoni menilai, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikutura Kerinci, Radius Halis, yang juga adik Bupati Kerinci, Adirozal, dan PPK serta rekanan, sangat besar peranannya dalam pelaksanaan proyek ini.

“Sejumlah data sudah kami kumpulkan, kami akan melaporkan masalah proyek bibit bawang ini ke aparat hukum. Terindikasi ada permainan dalam proyek ini,” kata Zoni.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikutura Kerinci, Radius Halis, berjanji akan menanyakan masalah proyek bibit bawang ini ke PPK dan pihak rekanan. (Sumber infojambi.com-co)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *