Ayo ke Kerinci, Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci ke XVI Resmi Digelar

Gubernur Zumi, Bupati Adirozal Buka FMPDK ke XVI.

KERINCI- “Jangan mati dulu sebelum datang ke Kerinci” slogan ini, bentuk imbauan masyarakat, penggiat wisata dan Pemda Kerinci mempromosikan Bumi Sakti Alam Kerinci memiliki objek wisata menarik di kunjungi.

Nah ayo ke Kerinci, ada Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci (FMPDK) ke XVI yang sudah dibuka oleh Gubernur Jambi Zumi Zola, Rabu (26/7), acara ini hanya digelar selama empat hari loh. Dari 26 Juli sampai 29 Juli tahun 2017.

Sejumlah antraksi budaya, pariwisata Kerinci tak ada duanya bisa ditemui di stand-stand pameran.

Kenapa wajib di kunjungi? Semua biaya, tiket masuk, parkir kendaraan gratis, beda tahun sebelumnya bayar setiap wisatawan.

FMPDK ke XVI di buka langsung Gubernur Jambi, H Zumi Zola, dihadiri sejumlah tamu, yaitu Perwakilan dari Kementerian Pariwisata RI, Ikbal Alamsyah, Kapolda Jambi Brigjen Pol Priyo Widiyanto, Bupati dan walikota dalam Provinsi Jambi.

Gubernur, bupati sapa Para Pengunjung FMPDK.

Bupati Kerinci, H Adi Rozal menyambut baik kehadiran dari pihak Kementerian Pariwisata, Kapolda jambi dan gubernur pada FMPDK ke XVI. Kerinci sakti punya daya pikat sendiri ragam budaya, adat yang sudah terpakai setiap hari. Ditambah dengan Kerajinan yang beragam. Sebagian masyarakat kerinci berprofesi sebagai petani.

Namun sayangnya, dari keseluruhan wilayah Kerinci ada 50,4 persen masuk TNKS 49,6 persen bisa dikembangkan jadi lahan pertanian dan perkebjnan. “Itupun masuk kebun teh, objek wisata dan sebagainya. Sementara Jumlah penduduk 240 ribu orang, 124 jiwa perkilometer. 74 persen petani, harapkan tanah sebagai tempat hidup, lahan sempit perkembangan penduduk menjadi sulit,” ungkapnya.
Atas dasar kondisi tersebut, lamjutnya terpaksa pihaknya memanfaatkan potensi yang ada, penyediaan lapangan kerja juga kurang memadai, alhasil 40 ribu keluar negeri. Saat ini Peluang yang dikembangkan pertanian, perdagangan, pendidikan usaha kecil, pariwisata. Harapan pihaknya pariwisata bisa membuka peluang bagi Kerinci untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, sehingga kerinci semakin dicintai oleh wisatawan nusantara maupun asing.

Pengunjung Wisatawan

Tercatat Juni 2017, ada 5 ribu wisatawan asing datang ke kerinci. Biasanya akan bertambah pada Desember, wisatawan pendaki gunung kerinci semakin banyak.
“Dalam usaha peningkatannya, tranportasi perlu ditingkatkan, usaha pemprov jambi sangat baik dengan memperluas bandara depati parbo, pesawat akan mendarat setiap hari. Kabupaten Kerinci braning wisata, jadi motivasi untuk selalu berbenah,”sebutnya.

Perwakilan dari kementerian Pariwisata RI, Ikbal alamsyah mengapresiasi FMPDK dalam rangka meningkatkan budaya dan wisata kerinci, antusiasme masyarakat kerinci menghadiri FMPDK, ucapan terimakasih kepada Pemprov Jambi, masyarakat Kerinci atas usahanya melestarikan budaya. Ini merupakan prestasi dan masyarakat, mampu menggelar FMPDK Festival ke XVI.

Hal ini karena wisata yang baik, selain keindahan alam keragaman seni budaya menjadi modal dalam mengembang sektor pariwisata, adanya perhelatan FMPDK secara rutin, diharapkan menjadi ajang pelesterian seni budaya. Oleh karena perhelatan seni budaya harus jadi salah satu pokok dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menggerakkan roda perekonomian kerinci.

Kabupaten kerinci dikenal menjadi daerah berpanorama terindah di jambi. Danau Kerinci, gunung kerinci, angka wisatawan belum cukup tinggi, dengan promosi dan membangun destinasi wisata yang terus maka akan meningkatkan wisata,”jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jambi, H Zumi Zola menjelaskan pihaknya mulai menampakkan hasil, even nasional dan internasional. Kerinci tidak kalah dg daerah lain, kerinci harus tingkatkan pengunjung, promosi. Namun, Rasa nyaman kepada wisatawan sangat diutamakan, agar nantinya wisatawan jadi senang.
Pariwisata kerinci sangat perlu dikembangkan, sehingga bisa menjadi potensi yang baik di provinsi jambi di imdonesia, saat ini bagaimana pengembangan wisata kedepan. Provinsi jambi akan mendukung peningkatan wisata, selama Tiga hari di Kerinci dirinta memantau pembangunan provinsi jambi.

“Jalan-jalan yang dilewati masyarakat perlu diperbaiki, untuk meningkatkan pariwisata dan perekonomi, termasuk pelebaran bandara, dengan begitu pesawat lebih besar bisa mendarat,”sebutnya.
Selain itu, lanjutnya kesalahan-kesalahan dalam pariwisata perlu diperhatikan, seperti permasalahan mahalnya tiket masuk objek wisata. Hal seperti ini justru merugikan. Pemprov berniat membangun, Jalan dikeluhkan masyarakat kerinci dan sungai penuh.

“Terkait tiket masuk kan ada perdanya, ikuti perda jangan ada pungli. Semua fasilitas perlu dibangun, namun pelaksanaannya tidak ada arti jika tidak didukung masyarakat dan wisatawan,”jelasnya.(rfa).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *