Dinas Lingkungan Hidup Sungaipenuh Programkan 20 Ribu Lubang Resapan Biopori

 

Kepala DLH Munasri Membuat Lubang Biopori di Taman Kota.

SUNGAIPENUH – Dinas Lingkungan Hidup Kota Sungaipenuh, memprogramkan pembuatan lubang resapan biopori di sejumlah kawasan dalam wilayah Kota Sungaipenuh. Seperti di 8 Kecamatan, Lubang resapan ini untuk meningkatkan cadangan air tanah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Sungaipenuh, Munasri mengatakan, pembuatan lubang resapan biopori ini berfungsi untuk meningkatkan daya resap air pada tanah. Menurutnya, lubang resapan ini sangat bagus untuk cadangan air dalam tanah.

Pihaknya membuat lubang resapan biopori ini karena pembuatannya lebih mudah dan tidak membutuhkan lahan yang luas serta tidak mengganggu fasilitas umum.

“Saat ini kan musim hujan, jadi kesempatan membuat resapan air. Jadi menabung air saat penghujan, memanen air saat kemarau,” kata Munasri beberapa waktu lalu.

Lubang yang telah dibuat tahun 2017 ini sebanyak 2 ribu dengan alat khusus dengan kedalaman 1 meter. Lubang akan menampung air di permukaan tanah dan meresap ke dalam tanah.

Lubang resapan biopori ini lanjut Munasri sebenarnya multifungsi. Selain untuk cadangan air dalam tanah, Menurut Munasri, lubang resapan ini juga berfungsi untuk mengatasi masalah genangan air dan sebagai sarana pembuatan pupuk kompos.

Wako AJB Ikut Membuat Lubang Resapan Biopori.

Sampah organik atau dedaunan yang ada di taman masuk ke dalam lubang, jika dibiarkan bisa menjadi pupuk kompos.

“Kami hanya membuat lubang pada tanah. Sampah yang tertampung di dalam lubang resapan biopori bisa dimanfaatkan sebagai kompos. Jadi bisa dimanfaatkan untuk memupuk tanaman,” terang Munasri.

Selain itu, tahun 2018 nanti sebut Munasri akan membuat lubang 20 ribu resapan biopori di beberapa sekolah di 8 kecamatan yang meminta untuk dibuatkan lubang. Bahkan kata dia, tidak menutup kemungkinan seluruh sekolah bisa membuat lubang resapan ini.

“Sebenarnya tanpa diminta pun kita siap. Tidak menutup kemungkinan tahun depan kita datangi semua sekolah. Terutama sekolah yang ada program Adiwiyata,” terang Munasri.

Ia juga berharap program lubang resapan ini bisa diterapkan oleh masyarakat di taman atau pekarangan rumah. (rco)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *