Ratusan Mahasiswa STIE SAK Ikuti Kuliah Umum, Bupati Adirozal Ajak Mahasiswa Bersinergi Membangun Daerah

KERINCI – Ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sakti Alam Kerinci (STIE-SAK) mengikuti kuliah umum oleh pemateri Bupati Kerinci Dr.H Adirozal, Kami (12//10/2017) bertempat diaula Kampus II STIE-SAK.

Hadir ketua pengurus YPTSA Drs Baharudin Semad,MM, ketua STIE-SAK Dr.Alvia Santoni, para dosen dan pembantu ikut hadir.

Bupati Dr H Adirozal Memberi Kuliah Umum.

Bupati Kerinci Dr.H Adirozal mengajak Mahasiswa di Kerinci untuk bersama-sama bersinergi dengan pemerintah membangun daerah menjadi lebih baik.

“Mahasiswa sebagai bagian dari warga masyarakat mempunyai peran strategis dalam meningkatkan pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat lokal,” kata Bupati Aditozal saat mengisi kuliah umum STIE-SAK.

Adirozal meyakini bahwa peran mahasiswa sangat krusial dalam kemajuan suatu daerah, karena itu untuk menyukseskan program kerakyatan yang diusungnya, ia akan mencoba menggandeng mahasiswa.

“Pemerintah siap menjadi mitra mahasiswa di bidang pengembangan Kewirausahaan, pariwisata. Begitu juga Pemerintah desa, karena bisa membantu administrasi desa dalam mengelola ADD,DD,”ujar mantan wakil walikota padang panjang ini.

Dilaksanakan dalam bentuk penelitian, kerja kuliah nyata, pengabdian masyarakat, atau kerja sama pendidikan lainnya yang mampu mendorong pemberdayaan masyarakat. “Kami membuka kesempatan luas bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan dirinya dan masyarakat. Kabupaten Kerinci bisa menjadi pusat pengembangan potensi mahasiswa, baik teori maupun praktik,” ujarnya.

“Mahasiswa mestinya mengubah pola pikir, ketika selesai kuliah tidak hanya fokus mencari pekerjaan, tapi dengan keterampilan mahasiswa bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri,” tambahnya.

Ketua STIE SAK Dr.Alvia Santoni Memberi Paparan.

Sementara Ketua STIE-SAK Dr Alvia Santoni mengatakan, terima kasih atas kehadiran Bupati Kerinci Dr.H Adirozal yang telah berkesempatan memberi kuliah umum dihadapat mahasiswa. Kuliah umum bertema “Pengembangan dan pemberdayaan potensi lokal” ini dapat jadi ilmu yang akan di implementasi oleh mahasiswa kedepan.(arf)

Publish Riko Pirmando

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *