Baru Diguyur Hujan, Jalan di Sungaipenuh Digenangan Air dan Lumpur

 

Jalan Depati Parbo Sungaipenuh Saat Hujan Digenangi air.foto ist

SUNGAIPENUH- Baru dua jam lamanya diguyur hujan deras, sebagian ruas Jalan Depati Parbo, Desa Karya Bakti kembali dilanda banjir dan berlumpur. Hujan yang mengguyur pusat kota Sungaipenuh, Senin(19/2) sejak pukul 16.00 wib hingga 18.00 menyebabkan jalan utama menuju pusat kota Sungaipenuh tersebut tidak bisa dilalui.
Hal itu dikeluhkan warga setempat dan bahkan pengendara. Pasalnya, hingga kini Pemerintah daerah belum juga bertindak guna mencari solusi tepat akan permasalahan tersebut. Padahal, menurut keterangan warga setempat, banjir sudah kerap kali melanda warga setempat selama 3 tahun terakhir, setiap datangnya musim penghujan.
“Kami sangat berharap adanya solusi dan tindakan dari Pemkot Sungaipenuh, supaya kami tidak kebanjiran lagi jika hujan datang. Jika dibiarkan saja, maka hal ini akan terulang terus dan bisa jadi akan ada korban,” kata Nabil salah seorang warga setempat.
Selain itu, menurutnya tidak hanya air saja yang masuk kerumahnya akibat dari banjir tersebut, bahkan pasir dan tanah pun terbawa masuk ketika hujan datang.
“Hampir setiap rumah kami yang dipinggir kiri kanan jalan antara Kantor KPU kota Sungaipenuh hingga Kantor Diknas Kota Sungaipenuh dimasuki air, lumpur juga pasir. Semua itu sulit dibersihkan. Kami memohon adanya perhatian dari Pemkot Sungaipenuh, apalagi disinikan ada gedung SMAN 2, Kantor KPU, RRI, Diknas Sungaipenuh dan beberapa kantor dinas lainnya,” harapnya.
Keritikan pedas juga datang dari para pengendara sepeda motor dan mobil yang rutin melewati jalan tersebut. Hal itu disampaikan Apriyanto warga Kumun yang mengaku bahwa Pemkot Sungaipenuh seakan cuek dan tidak peduli dengan banjir yang kerap terjadi di jalan Depati Parbo. Dia menyebutkan jika dilihat dari kondisi bentuk Drainase yang dibangun oleh Pemkot Sungaipenuh beberapabtahun lalu, tidak layaknya hasil pembuatan drainase tersebut menjadi penyebab utama terjadi nya banjir dilokasi tersebut.
“Banyak motor dan juga mobil yang mogok dan rusak ditempat saat berusaha melewati jalan didepan SMAN 2 Sungaipenuh. Kejadian ini bukan hanya sekarang, setiap datang hujan ya beginilah. Yang saya tidak habis pikir kok pemerintah daerah Tidak tanggap. Padahal sudah sangat jelas, akibat drainase yang sempit dan dangkal merupakan penyebab terjadinya penyumbatan hingga jalan dan rumah warga terkena banjir,” ungkapnya.

Sementara hingga berita ini dipunlish pihak Pemkot Sungaipenuh belum dapat keterangannya terkait keluhan warga tersebut.

Pantauan di jalan Depati parbo Sungaipenuh. Ketinggian air diruas jalan, saat ini sudah mencapai lutut orang dewasa, bahkan air tampaknya sudah mulai masuk kerumah warga dan ke beberapa gedung milik pemerintah. (rdo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *