Sudah 30 Ekor Sapi Warga Hilang, Ini Motif Pelaku Pencuri Sapi

INDOJATIPOS.COM, KERINCI – Satuan Reskrim Polres Kerinci berhasil membekuk dua orang pelaku pencurian sapi yang kerap meresahkan warga. Dari para pelaku ikut diamankan tiga ekor sapi dan satu unit mobil L300 yang digunakan untuk armada angkutan hasil curian.

Informasi yang didapatkan, penangkapan berawal saat polisi pada, Kamis (2/8) mendapat laporan dari korban warga Pendung Air Timur, Kecamatan Kayu Aro. Dimana beberapa hari lalu kehilang dua ekor sapi saat berada di kandang.

Berdasarkan laporan tersebut, Satreskrim Polres Kerinci langsung melakukan penyelidikan. Setelah mendapatkan petunjuk, anggota Satreskrim yang dipimpin Kasat Reskrim, Iptu Dedi Kurniawan sekitar pukul 21.00 Wib, langsung melakukan pengerebekan ke rumah terduga pelaku.

Pelaku atas berinisial HS (32) berhasil diamankan dan mengakui perbuatannya. Dari keterangan HS, polisi lalu melakukan penangkapan terhadap pelaku TW (38) sebagai penadah.

“Pelaku kita amankan dua orang, satu pelaku sebagai otak pencurian, satu lagi penadah hasil curian. Juga dua ekor sapi hasil curian,” kata Kapolres Kerinci AKBP Dwi Mulyanto, Jumat (3/8).

Pelaku Pencuri Sapi Saat Diintrogasi Kapolres Kerinci

Katanya, penangkapan kedua pelaku di waktu dan tempat berbeda. Pelaku HS warga desa Batu Hampar, Kecamatan Kayuaro ditangkap Kamis malam. Sementara TW (38) warga Sungai Jernih, Kececamatan Pondok Tinggi diamankan, Jumat dini hari.

“Tidak ada perlawanan saat kita lakukan penangkapan. Kini kedua tersangka kita amankan di Mapolres untuk proses lebih lanjut,” sebutnya.

Diungkapkannya, berdasarkan keterangan pelaku HS, ia telah beberapa kali melakukan pencurian ternak tersebut. Ia nekad melakukan pencurian, karena terdesak hutang di Bank.

“Motifnya karena pelaku HS harus membayar utang di Bank setiap bulannya sebesar Rp 6 juta lebih,” jelas Kapolres.

Terpisah anak korban pemilik sapi Feri ditemui di Mapolres mengatakan, sejak lebaran beberapa waktu lalu, warga Kayu Aro dan sekitar resah dengan maraknya pencurian ternak. Bahkan sudah ada 30 ekor ternak warga di Kayu Aro hilang rentan waktu tersebut.

“Memang sejak lebaran lalu, pencurian sapi marak di Kayu Aro. Sudah ada 30 Sapi hilang diwilayah kami,” ujarnya dan mengakui mengenali pelaku yang berhasil diamankan tersebut.

Ia berharap dengan berhasilnya pelaku pencurian sapi miliknya, keresahan warga yang sering kehilangan sapi tak terjadi lagi.

“Mudah-mudahan tidak ada lagi pencurian sapi terjadi lagi setelah ditangkapnya pelaku ini,” pungkasnya.(Riko Pirmando)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *