Masa Kampanye, KPU Sungaipenuh Ingatkan Caleg dan Partai, Berikut Aturannya

INDOJATIPOS.COM, SUNGAIPENUH – Komisi Pemilihan Kota Sungaipenuh mengingatkan para peserta pemilu Caleg dan Partai Politik mematuhi aturan tahapan selama kampanye yang akan berlangsung 23 September mendatang.

Untuk tahapan kampanye, parpol dan caleg harus mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh KPU berdasarkan UU dan aturan Pemilu. Mulai dari zona kampanye, penggunaan alat peraga termasuk kampanye tatap muka.

Ketua KPU Kota Sungaipenuh, Doni Umar, didampingi komisioner devisi hukum, Irwan, mengatakan kampanye Pemilu 2019 dimulai tiga hari setelah DCT ditetapkan, sampai tiga hari sebelum hari pemungutan suara.

“DCT ditetapkan tanggal 20 September, dengan demikian kampanye dimulai tanggal 23 September sampai 13 April 2019 (H-3 pemilihan, red),” ungkapnya.

Untuk alat peraga kampanye (APK) mulai boleh dipasang 23 September sampai 13 April 2019 dan iklan di media massa, serta rapat umum parpol atau kampanye terbuka akan dimulai pada 24 Maret sampai 13 April 2019.

“Untuk APK akan difasilitasi atau disediakan KPU melalui dana APBN, dengan jumlah APK yang sudah ditentukan, seperti baliho dan spanduk,” katanya.
APK yang disediakan tersebut, kata dia, terdiri dari 10 lembar baliho dan 16 lembar spanduk untuk masing-masing parpol peserta Pemilu di Kota Sungaipenuh.

“APK tersebut bukan untuk Caleg, tapi untuk partai. Materi di APK juga diformat oleh KPU, yang memuat nama parpol, nomor urut parpol, dan visi misi parpol,” jelasnya.

Lantas dimana saja penempatan APK ? Menurut dia untuk titik penempatan APK, sudah ditetapkan zonanya dan titik-titik APK ditentukan parpol, dan berkoordinasi dengan KPU, pemerintah daerah serta pihak terkait lainnya.

“Dengan zona tersebut, APK tidak boleh dipasang di sarana pemerintah, protokoler atau fasilitas umum seperti jalan utama, dan tempat ibadah, serta tempat-tempat yang tidak diperboleh lainnya,” ungkapnya.

Ditambahkannya, masing-masing parpol juga boleh menambah APK dengan jumlah 5 lembar untuk baliho dan 5 lembar spanduk, desain dan isi materi diserahkan ke Parpol, dengan materi minimal visi misi, lambang dan citra diri parpol, menyesuaikan format dari KPU.

Bagaimana dengan caleg ? Untuk caleg, kata dia, tidak diperbolehkan memasang APK baliho dan spanduk. Kampanye atau sosialiasasi caleg berbentuk tatap muka dengan masyarakat, dengan ketentuan tidak menggunakan fasilitas negara, dan mengganggu ketertiban umum, serta materi sosialisasi tidak berbau isu sara dan ujaran kebencian.

“Untuk media sosialisasi, caleg bisa membagikan famplet, kartu nama dan kalender ke masyarakat, dengan ukuran yang tidak besar,” terangnya.

Dia menghimbau, seluruh parpol dan caleg peserta Pemilu 2019 di Kota Sungaipenuh agar dapat sama-sama mentaati aturan yang telah disepakati bersama dan sesuai dengan UU dan aturan Pemilu.

“Adanya aturan kampanye ini, bertujuan agar tidak mengganggu keindahan dan ketertiban fasilitas umum, bayangkan caleg DPRD Kota Sungaipenuh saja 234 caleg, jika tidak diatur, tentu akan sangat banyak APK tersebar,” pungkasnya.(rco)

Share Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *