Ini Penjelasan Polisi Soal Hoax Penculikan Anak di Sungaipenuh

Kbo Reskrim IPDA Edi Mardi SE,MM Menjelaskan Keterangan Press Realese, Kamis (15/11/2018) di Mapolres Kerinci.
SUNGAIPENUH – Dibalik cerita bohong AR (11) tentang penculikan dirinya pada Senin (12/11) lalu, ternyata alasan AR bolos sekolah dan mengarang cerita penculikan cukup mengejutkan.

Selain takut dimarahi orang tua lantaran bolos sekolah, terungkap fakta baru yang membuat AR nekat membolos dari sekolah. Hal itu terkuak setelah proses pemeriksaan selesai di Polres Kerinci.

Pada press release Polres Kerinci, Kapolres Kerinci, AKBP Dwi Mulyanto SIK SH, melalui KBO Reskrim, Ipda Edi Mardi SE MM, menjelaskan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap AR dan keluarganya, disimpulkan bahwa AR tidak diculik seperti informasi yang beredar di media sosial sejak kemarin.

“Informasi AR diculik itu tidak benar. Dari hasil pemeriksaan, pada awalnya memang dia mengaku diculik kepada keluarganya, sehingga keluarga percaya dan tersebarlah informasi AR diculik. Namun setelah kita lakukan penyelidikan terungkap fakta dan AR juga mengakui kejadian yang sebenarnya,” jelas Ipda Edi Mardi, didampingi sejumlah jajaran.

Dikatakannya, saat dimintai keterangan AR tidak bisa menjelaskan secara berulang tentang cerita penculikannya, dengan demikian dicurigai ceritanya palsu.

“AR langsung mengaku, bahwa cerita penculikan itu diajari kakaknya berinisial ARF (12) yang masih SMP, karena AR sudah sampai di Kayu Aro dan takut dimarahi orang tua, dan AR ke Kayu Aro juga atas suruhan kakaknya,” ungkapnya.

Lantas kenapa AR bolos sekolah ? KBO menjelaskan, berdasarkan keterangan yang dihimpun, AR nekat bolos sekolah karena disuruh kakanya ke Kayu Aro untuk mencari uang sebanyak Rp 300 ribu.

“Mereka mau mencari uang Rp 300 ribu, karena dihari sebelumnya dia dan kakaknya mencuri pensil di sekolah, dan diminta menggantikannya sebanyak Rp 300 ribu,” terangnya.

Atas desakan uang pengganti pensil itulah, AR tidak masuk sekolah dan langsung naik angkutan umum menuju Kayu Aro ke rumah budenya.

“Dengan kejadian ini, karena AR masih anak-anak dan harus dilindungi dan tidak diproses hukum. Kepada masyarakat, semoga tidak terpengaruh dengan informasi hoax tersebut, karena belum ada penculikan anak di Sungaipenuh dan Kerinci, selain itu masyarakat juga tetap senantiasa waspada,” jelasnya.

Sementara itu, ibu AR, Sutini (33), meminta maaf kepada masyarakat Sungaipenuh dan Kerinci atas informasi tidak benar terkait penculikan anaknya. Dia juga berjanji akan merawat anaknya lebih baik lagi.

“Kami mohon maaf atas kejadian ini, dan berita penculikan tersebut tidak benar,” ungkapnya.(rco)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *