Pemerintah Dinilai Lambat Tangani Longsor Jalan Nasional Km 35

SUNGAIPENUH, (IJP) – Tanah Longsor yang menimbun badan jalan Nasional akses Provinsi Jambi – Provinsi Sumatera Barat via puncak Sungaipenuh-Tapan sepertinya terbiarkan begitu saja tanpa penanganan serius dari pemerintah.

Terdapat beberapa titik longsor di jalur tersebut, namun yang terparah di KM 35 yang sejak sepekan terakhir sangat menyulitkan akses lalulintas. Tanah bercampur bebatuan menimbun badan jalan yang panjangnya sekitar 20 meter, dengan ketinggian hampir setinggi pinggang orang dewasa.

Pantauan di lokasi, pada Selasa (20/11) kemarin siang sekitar pukul 14.00 Wib badan jalan kembali ditimpa tanah longsor. Puluhan kendaraan dari kedua arah terjebak, sementara pengendara sepeda motor tampak nekat menerobos dengan susah payah, dan sepeda motor harus digotong karena terperosok kedalam tanah.

Tidak ada satupun alat berat stand by di lokasi tersebut, begitupun dititik lain sepanjang jalan Sungaipenuh-Tapan juga tidak tampak alat berat bersiaga untuk menangani longsor, kecuali alat berat yang berada dan bekerja di lokasi AMP.

“Hari Sabtu kemarin ada alat berat, tapi malah pergi meski tanah belum dibersihkan, katanya tidak bisa bekerja karena hujan. Padahal banyak kendaraan yang mau lewat dan terjebak longsor,” ungkap Zilfan sopir truk sembako yang dua kali seminggu melintasi jalan tersebut.

Pengendara lainnya juga menyayangkan kondisi longsor yang seakan-akan terbiarkan, dia dan sejumlah pengendara lainnya berharap kepada pemerintah untuk mensiagakan alat berat di lokasi rawan longsor. Apalagi jalan tersebut meruapakan jalan Nasional, tentu harus menjadi perhatian utama oleh pemerintah.

“Tidak terhitung lagi sudah berapa kali kita terjebak longsor di jalan ini, penanganannya sangat lama, bahkan sudah berhari-hari longsor baru ada alat berat,” ungkap salah seorang sopir mobil angkutan kelapa.

Sementara untuk mengupayakan agar jalan bisa dilalui, sejumlah pengendara yang hendak melintas, terpaksa gotong royong dengan alat seadanya seperti kayu untuk membersihkan tanah dan bebatuan yang menimbun badan jalan.

Untuk itu sangat perlu adanya alat berat stand by di lokasi tersebut, karena jika hujan mengguyur lebih dari satu jam, dipastikan akan ada longsor di jalur sentral ekonomi Sungaipenuh tersebut.

Sementara itu, Rabu (21/11) hari ini, Kapolpos Puncak, Aiptu Dahril, kepada indojatipos.com mengatakan dengan swadaya masyarakat dan pengendara di lokasi, jalan sudah bisa diakses meskipun sulit.

“Mobil kecil bisa lewat, tapi untuk Fuso Tangki BBM ada yang bisa menerobos. Ada satu mobil tangki terbenam di jalan longsor tidak kuat menerobos harus di salin isi BBM. Alat berat belum ada,” ungkapnya.(rco)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *