27 PEMBACA

Izin AMP di Kayuaro Dipertanyakan


KERINCI, (IJP) – Dokumen pendirian Pabrik pengolahan aspal atau Asphalt Mixing Plant (AMP) di kawasan Desa Sungai Rumpun, Kecamatan Kayuaro Barat, Kerinci dipertanyakan. Kuat dugaan tidak mengantongi izin.

Menyingkapi Kegiatan Industri Pengolahan Produksi Hotmix atau Asphalt Mixing Plant (AMP) yang mutlak lebih awal memilki dasar Perencanaan Pendirian Perusahaan Pabrik, Mulai dari Kepemilikan Dokumen Upaya Pengelolaan lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL). Yang merupakan Merupakan salah satu instrument pengelolaan lingkungan demikian juga dengan Persyaratan Perijinan Lainya.

Himawan koordinator LSM respect kepada media ini (21/11/2018), kegiatan produksi Aspal Mixing Plant (AMP) lokasi desa sungai rumpun kecamatan Kayu Aro Barat Kab. Kerinci, yang dikelola oleh salah seorang pengusaha yang bernama DK yang kami diketahui adalah seorang direktur Utama PT. AMP, dan saat ini AMP terbit sudah banyak mengeluarkan hasil Produksi Aspal nya untuk kegiatan pembangunan Kabupaten Kerinci dan kota Sungai Penuh, dengan beroperasinya AMP tersebut sudah Dapat Dipastikan dapat menimbulkan berbagai macam Ganguan / Pencemaran terhadap Lingkungan dan Warga setempat.

Baca Juga  Truk Muatan Sayur Terjun ke Sungai Batang Merangin

“Kita duga kuat pendirian AMP di Desa Sungai Rumpun Kayuaro itu oleh tidak memilki izin pendirian bahkan produksi,” ujarnya.

“Belum lagi masalah pajak, perlu dipertanyakan. Apakah ada masuk kas Negara atau tidak?,” imbuhnya.

Terkait hal tersebut, diminta kepada pihak pemerintah kab. Kerinci serta instansi terkait untuk segera menyingkapi permasalahan ini. Jika ini dibiarkan akan berdampak pada perbuatan merugian daerah dan negara.

Sejak berita ini dipublis, pihak PT AMP selaku pemilik pabrik aspal belum dapat tanggapan. Apakah benar atas dugaan tersebut yang disorot aktivis.(Imes/rco)

--COVID-19 DI INDONESIA--

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
SUMBER DATA : KEMENTERIAN KESEHATAN & JHU. UPDATE TERAKHIR :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.