Pelaku Pembunuh Nenek Hasanah Diganjar 15 Tahun Penjara

KERINCI, (indojatipos.com) – Tersangka pembunuhan di Desa Pondok Sungai Abu, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci pada Sabtu (1/12/2018) lalu sekitar pukul 11.00 WIB diganjar ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Seperti yang diungkapkan AKBP Dwi Mulyanto, S.I.K,H didampingi Kanit Pidum IPDA Rachmat Hidayat, S.Tr.K, bahwa tersangka yang bernama Layli Maryani (24), merupakan tetangga almarhum Hasanah (70) warga pondok Sungai Abu, Air Hangat Timur berhasil ditangkap di wilayah Kecematan Batang Merangin oleh tim Buser Polres Kerinci dibantu Polsek Batang Merangin sekitar pukul 20.00 WIB, 7 jam setelah pembunuhan terjadi.

Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa Satu unit HP, uang Rp 883.000, tiga emas cincin, 1 emas anting.

Kapolres Kerinci menjelaskan korban pertama kali ditemukan oleh cucunya Aniq (12), pada Sabtu (1/12), sekira pukul 11.00 Wib, yang saat itu mendatangi rumah korban, dan melihat korban terbaring posisi telungkup di lantai samping tangga dapur.

Kapolres Kerinci AKBP Dwi Mulyanto Didampingi Kanit Pidum IPDA Rachmat Hidayat,S.Tr.K dan Barang Bukti.

“Lalu anak tersebut pulang kerumahnya dan menyampaikan kondisi korban kepada ibunya bernama Mulyana. Kemudian Mulyana bergegas ke rumah korban dan berteriak meminta tolong, dan datanglah saksi Hardito beserta warga lainnya,” ungkap Kapolres.

Setelah warga datang ke rumah korban, lanjut Kapolres, korban kemudian diangkat dan diletakkan diatas kasur lantai 2. Saat itu, saksi melihat ada bekas cekikan di leher korban, luka lebam dibagikan pelipis kiri dan kanan korban, luka lebam pada tangan dan kaki korban.

“Sepengatahuan saksi, bahwa korban selalu memakai anting dan cincin emas, namun saat korban ditemukan, anting dan cincin korban sudah tidak ada lagi,” ungkap Kapolres.

Terhadap kejadian tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan dan terindikasi korban sengaja dihabisi untuk merampas perhiasan korban. Akhirnya, identitas pelaku berhasil terungkap, diketahui pelaku akan melarikan diri ke Bangko bekerja di supermarket.

“Tim Opsnal dipimpin Kanit Pidum Ipda Rachmat Hidayat S.Tr.K, didampingi kanit opsnal Bripka Marlon Pasaribu beserta anggota langsung bergerak mengejar diduga pelaku, yang hendak ke Bangko menggunakan travel, dan berhasil di cegat di wilayah batang Merangin, dan langsung diamankan ke Polres Kerinci,” jelasnya.

Diketahui terduga pelaku bernama Layli Maryani (23), warga Desa Pondok Sungai Abu, Kecamatan Air Hangat Timur, yang berprofesi sebagai petani. Setelah dilakukan pengembangan, unit opsnal kembali menangkap seorang pelaku penadah emas hasil curian tersebut di toko emas Putra Jaya, Kota Sungai Penuh.

Penadah yang diamankan atas nama Deni Putra Ali Akbar (37), pedagang toko emas Putra Jaya, warga Sesa Koto Renah, Kecamatan Pesisir Bukit. Juga ditemukan bukti berupa 3 emas cincin dan 1 emas anting,” jelasnya.

Saat ini pelaku pelaku Layli dan penadah sudah diamankan di Mapolres Kerinci untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Tersangka Layli diancam pasal 365 ayat 3 dengan ancaman 15 tahun penjara dan tersangka penadah diancam pasal 480 dengan ancaman 4 tahun penjara.(Richo Pirmando)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *