Pembayaran Ganti Rugi Tanah Perluasan Bandara Depati Parbo Terindikasi Korupsi

KERINCI – Ganti rugi tanah milik warga yang terkena dampak perluasan Bandara Depati Parbo Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi, terindikasi Korupsi sehingga mendapat kritikan tajam dari warga.

Kritikan itu terkait kompensasi yang diberikan Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Dinas Perhubungan, karena pembayarannya diduga kuat tidak tepat sasaran.

Harpilus, yang mengaku salah satu ahli waris dari Uyub Saleh selaku pemilik lahan mengatakan, bahwa pembayaran ganti rugi lahan yang disalurkan Pemkab Kerinci melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Kerinci tidak tepat sasaran.

Pasalnya, Uang ganti rugi lahan senilai kurang lebih Rp. 150 juta itu di transfer oleh pihak Dinas Perhubungan justru kepada rekening Rukiah adik dari Uyub Saleh, sementara Rukiah sendiri bukan merupakan ahli waris melainkan hanya saudari dari Uyub Saleh.

”Ya, Pembayarannya tidak tepat sasaran, uang ganti rugi senilai Rp. 150 juta itu justru di transfer ke rekening Rukiah adik Bapak saya, padahal dia itu kan bukan ahli waris.” kata Harpilus.

Ditambahkan Harpilus, ini merupakan kecerobohan dari Dinas Perhubungan Kerinci itu sendiri, seharusnya yang berhak menerima ganti rugi lahan tersebut adalah anak dari Uyub Saleh yang merupakan ahli waris.” yang berhak menerimanya,”cetusnya.

Atas kecerobohan dari pihak dinas perhubungan dalam penyaluran pembayaran ganti rugi lahan tersebut, dirinya yang merupakan salah satu ahli waris merasa dirugikan, bahkan kalau tidak cepat diselesaikan dirinya mengaku akan melanjutkan masalah ini ke ranah hukum.

“saya salah satu dari ahli waris merasa sangat dirugikan, kalau ini tidak cepat diselesaikan oleh pihak terkait tentunya akan kita lanjutkan secara hukum.” papar Harpilus yang saat ini merupakan Kasdim Kodim 0417 Kerinci. Rabu, (9/1/2019).

Masih dikatakan Harpilus, atas permasalahan ini jauh-jauh hari pihaknya selaku ahli waris sudah mengingatkan dengan cara melayangkan surat kepada Dinas Perhubungan Kerinci.

”Jauh-jauh hari kami selaku ahli waris sudah mengingatkan dengan cara mengirimkan surat kepada Dinas Perhubungan Kerinci, surat itu dikirim kakak saya Zakarudin dan ditandatanganinya langsung.” beber Harpilus.

Dengan dikirimnya surat kepada Dinas Perhubungan, ahli waris berharap agar dikemudian hari tidak menimbulkan masalah.

”Iya kita berharap dengan mengirim surat tersebut dapat mengingatkan supaya Dinas Perhubungan tidak salah sasaran tapi kok malah terjadi,”kata Harpilus.

Dengan kondisi demikian, tak segan-segan Harpilus mengaku khawatir kalau-kalau ada oknum yang bermain pungutan liar (Pungli) dalam pengurusan pembayaran biaya ganti rugi tanah warga.

“Karena jauh-jauh hari kita telah melayangkan surat, tapi kok masih salah sasaran. ini membuat kita khawatir jangan-jangan ada oknum yang bermain Pungli.” jelas Harpilus.

Sementara itu kadis Perhubungan Kabupaten Kerinci Juanda dikonfirmasi terkait masalah ganti rugi tanah tersebut. Namun, Juanda belum memberi tanggapan, ketika dihubungi via ponsel tidak diangkat.(cr01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *