Diduga Ada Pemalsuan Surat Keterangan Tanah, Ganti Rugi Perluasan Bandara DP, Zakarudin: Surat Saya yang Sah

INDOJATIPOS.COM, KERINCI – Pembebasan tanah untuk perluasan Bandara Depati Parbo Kerinci tahun 2017 terindikasi bermasalah. Pasalnya, ada sebagian pemilik tanah yang sah protes kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Kerinci, karena dana kompensasi ganti rugi diterima oleh pihak lain atau salah sasaran.

Misalnya Zakarudin warga Koto Iman, Kerinci, pemilik sebidang tanah sawah dengan luas sekitar 1000 meter/segi mengukapkan, dimana dirinya adalah ahli waris yang sah atas kepemilikan tanah, sedangkan biaya ganti rugi malah diserahkan kepada Rakiah yang bukan ahli waris dari lahan tersebut.

“Kenapa bisa yang lain (Rakiah red) menerima biaya ganti rugi. Sedangkan saya pemilik tanah yang sah. Padahal surat-surat tanah semuanya sudah diserahkan ke Dinas Perhubungan Kerinci, inikan aneh ada apa sebenarnya,” ujar Zakarudin.

Tidak menerima, Zakarudin mengaku telah mendatangi Dinas Perhubungan dan telah menanyakan kepada Kepala Dinas Perhubungan Kerinci beberapa waktu lalu. Tapi sampai saat ini Kapala Dinas Perhubungan Kerinci belum melakukan tindakan apa-apa, bahkan terkesan diam.

“Surat keterangan hak milik tanah Rakiah ini diduga direkayasa. Seperti dalam surat saksi yang menandatangan, anak Rakiah dan kakak serta menantu, apalagi suratnya dikeluarkan oleh kades 20 Maret 2017. Inikan janggal,” ungkapnya.

Jika hal tersebut tetap berlanjut, Zakarudin akan menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan permasalahan ini,”tambahnya.

Zakarudin menilai surat keterangan hak milik tanah Rakiah yang dikeluarkan oleh Kades Koto Iman tertanggal 20 Maret 2017 diduga direkayasa tanpa ada dasar yang jelas.

Sejak berita ini dipublish, terkait dugaan rekayasa surat tersebut, kades koto iman dan Rakiah belum mendapat tanggapan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan kabupaten Kerinci, Juanda kepada wartawan mengatakan terkait pembayaran biaya ganti rugi lahan warga sudah sesuai prosedur.

Sebelumnya, kata Juanda, dia sudah menyarankan kepada dua belah pihak antara Rakiah dan Zakarudin supaya membuat kesepakatan, dan juga dirinya mengaku menunggu kesepakatan itu baru dananya bisa dicairkan.(cr01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *