Diduga Bermasalah, Ikshan: 10 Paket di Kerinci Dilaporkan

INDOJATIPOS.COM, KERINCI –Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jamtosc yang pimpin Iksan Muklisin Dartoni selama ini telah mengupulkan bukti adanya dugaan penyimpangan sejumlah proyek pembangunan di Disporabud Kabupaten Kerinci tahun angaran 2017 dan tahun 2018.

Dari hasil Data yang sudah kumpulkan tahun Anggaran 2017 sampai dengan 2018 diduga ada beberapa proyek bermasalah.

“Kita menduga ada beberapa proyek bermasalah dan ada permainan oknum rekanan dan instansi terkait. Sepuluh (10) kegiatan Disporabud Kerinci sudah kita laporkan ke Kejati Jambi untuk ditindak lanjuti,” kata ketua LSM Jamtosc Iksan Muklisin Dartoni.

Adapun 10 daftar pekerjan tahun 2017 yang di laporkan ke Kejati Jambi diantaranya:

1. Pembuatan Pengelola lampu Taman Objek Wisata Aroma pecco, Danau Kerinci dan Air Terjun Telun Berasap dengan nilai angaran Rp. 249.765.000

2. Pembuatan Jalan Setapak Objek Wisata Danau Kaco nilai anggaran Rp. 209. 000.000

3. Rehap Lapangan Sepak Bola anggaran Rp. 219.000.000

4. Pembangunan Sarana Pendukung Objek Wisata Kios Cendra Mata Danau Kerinci, Aroma Pecco, Dan Air Terjun Telun Berasap nilai anggaran Rp. 299.100.000

5. Revitalisasi Darmaga Danau Kerinci (DAK) Nilai Anggaran Rp. 249.300.000

6. Pembangunan titik labuh Objek Wisata Danau Kerinci ( DAK) nilai anggaran Rp. 398.900.000

7. Pembangunan Darmaga Utama Aroma Pecco Nilai Anggaran Rp. 348.945.000

8. Pembuatan hurup Timbul Objek Wisata Danau Kerinci dan Air Panas Semurup (DAK) Nilai Anggaran Rp. 224.000.000

9. Pembuatan Jalan Setapak Objek Wisata Danau Kerinci (DAK) nilai anggaran Rp. 249.700.000

10. Pembangunan Sarana Pendukung Kawasan Objek Wisata TOILET VIP Danau Kerinci, Aroma Pecco dan Air Terjun Telun Berasap (DAK) nilai anggaran Rp. 298. 646.000

Dari 10 paket proyek dihitungan nilai yang di laporkan berjumlah Rp 2.746.356.000 Tahun angaran 2017.

Adapun laporan tahun anggaran 2018 salah satu sampelnya yaitu Pekerjaan Pembuatan Jalur Pejalan Kaki ODTW Gunung Tujuh dan sheter yang di kerjakan oleh CV. LANANG CITY dengan nilai kontrak. Rp. 720.000.000.

“Dengan adanya laporan ini mudah- mudahan ada tindaklanjuti oleh pihak Kejati Provinsi Jambi,” tambah Iksan.

Sejak beritanya ini dipublis belum ada keterangan resmi dari kepala Disporabud Dan rekanan yang mengerjakan proyek.(Yudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *