Jelang Pemilu, Ini Himbuan Panwaslu Kecamatan Tanah Kampung

INDOJATIPOS.COM, SUNGAIPENUH–Menjelang pemilihan umum perlu di ingatkan kepada para calon legislatif agar tidak memberi uang (money politic) karena dapat dipidanakan, warga diminta untuk tidak tergiur atas iming-iming uang dari oknum anggota partai untuk memilih calon tertentu mendatang.

“Kami dari panwas kecamatan tanah kampung menghimbau masyarakat untuk menolak money politic, jangan menggadaikan masa depan daerah demi uang ratusan ribu rupiah bahkan jutaan rupiah,” ungkap Ketua Panwanslu Kecamatan Tanah Kampung Septian Marta didampingi anggota Wiwin dan Aca.

Di masyarakat, lanjutnya, gerakan menolak politik uang karena ini merupakan upaya mencerdaskan warga dalam berpolitik. Dalam pemilihan legislatif dan pilpres hendaknya warga pemilih untuk dapat memilih pemimpin terbaik dari para calon yang ada.

Selama memasuki masa tenang hingga penghitungan suara, demikian, Panwas akan terus melakukan pengawasan ketat dari berbagai tindak pelanggaran legislatif dan pilpres seperti dilakukan sejak dari tahap awal pelaksanaan pemilu.

“Kita akan turunkan seluruh pengawas yang ada selama 24 jam penuh di setiap dasa yang ada di Kecamatan Tanah Kampung ini,” imbuhnya.

Ditanya tentang daerah rawan, mengatakan berdasarkan pemetaan Kecamatan termasuk daerah rawan sehingga khusus dilakukan pencegahan penuh agar tidak terjadi pelanggaran.

“Pada wilayah kita perlu memantau dan pengawasan terhadap proses pemilu hingga 24 jam dan tentu dilakukan penanganannya dengan peningkatan pengawasan lebih maksimal agar tak terjadi pelengaran pada hari pemelihan nanti,” tambahnya lagi.

Peraturan dalam Undang-undang Pemilu No 7 tahun 2017 masalah money politic pasal 523 ayat 1 setiap pelaksana, peserta dan /atau tim kampaye pemilu yang dengan sengaja menjajikan atau memberikan uang atau matri lainya sebagai imbalan kepada peserta kampaye pemilu secara lansung ataupun tidak lansung sebagai mana yang di maksut dalam pasal 280 ayat 1hurup j di pidana fengan pidana penjara paling lama 2tahun dan denda paling banyak Rp. 24 juta.(Yudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *