90 PEMBACA

Awas! Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Sungaipenuh dan Kerinci


INDOJATIPOS.COM, SUNGAIPENUH – Rokok tanpa bea cukai marak beredar di beberapa Kota Sungai Penuh dan Kerinci. Ironisnya, rokok yang diduga ilegal ini bebas diperjual belikan oleh sejumlah pedagang di sejumlah warung.

Adapun rokok yang tidak memiliki label bea cukai banyak beredar adalah rokok Luffman. Rokok merek Luffman ini tidak terlihat ada label bea cukai di samping atas rokok. Belum diketahui siapa pemasok rokok merrek Luffman ini di Sungaipenuh dan Kerinci. “Harganya Rp 8 ribu satu bungkus,” ujar salah seorang warga Kota Sungaipenuh, Mahyudin kepada wartawan.

Menurutnya, mungkin karena tidak memiliki label cukai rokok merek Luffman ini harganya murah dan terjangkau oleh masyarakat dipasaran. “Ya sudah banyak dijual diwarung – warung di Sungaipenuh dan Kerinci,” sebutnya.

Baca Juga  Pelaku Begal Bereaksi 5 TKP Berhasil Ditangkap Polisi di Kerinci

Mahyudin mengakui tidak mengetahui jika rokok yang dihisab setiap hari tersebut merupakan rokok penyelundupan ok­num-oknum tertentu.

“Ya­ng jelas, kami sudah mem­beli ke pemilik kedai, jadi kami tentu tidak takut lagi meng­hisap rokok ini, meski di tengah keramaian, rasanya lumanyan enak lah, sama dengan rokok berlabel,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan Septian, bahwa disetiap warung di Kerinci juga sudah banyak beredar rokok yang tidak berlabel dari bea cukai. “Ada beberapa rokok yang tidak berlabel beredar di Kerinci,” katanya.

Warga minta kepada pihak terkait dan untuk melakukan sidak mini market dan warung – warung yang menjual rokok ilegal tersebut.

Perlu antisipasi kepada para pelajar, karena harganya yang sangat murah akan memancing anak dibawah umur untuk ikut menghisap rokok tersebut. Dengan alasan harganya yang sangat murah.

Baca Juga  Perkelahian Pemuda, Ini Keterangan Kapolres Kerinci

Reporter: Yudi Hermawan
Editor: Richo PD

--COVID-19 DI INDONESIA--

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
SUMBER DATA : KEMENTERIAN KESEHATAN & JHU. UPDATE TERAKHIR :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.