Bawaslu Telusuri Caleg di Kerinci yang Diduga Gunakan Ijazah Aspal

INDOJATIPOS.COM, Kerinci – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kerinci akan telusuri calon legislatif yang terindikasi gunakan ijazah Aspal alias Asli Tapi Palsu saat mendaftar sebagai caleg di KPU Kerinci.

Patrizal ketua Bawaslu Kerinci dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan menelusuri atas adanya dugaan caleg yang menggunakan ijazah Aspal. “Akan kito telusuri dan di proses,” ujarnya.

Terpisah, Rudi Hartono MPd pengamat Politik menegaskan, Caleg yang terindikasi menggunakan ijazah Aspal bisa disebut pelanggaran pidana pemilu dan terancam dengan jeratan pasal 520 UU RI No.7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, yang berbunyi Setiap orang yang dengan sengaja membuat surat atau dokumen palsu dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang memakai, atau Setiap orang yang dengan senjaga memakai surat atau dokumern palsu untuk menjadi bakal calon anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota untuk menjadi pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden.

“Sebagaimana dimaksud dalam pasal 254 dan pasal 260 dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp 72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupaih,” pungkasnya.

Sementara berita sebelumnya, caleg inisial DS yang merupakan salah satu caleg dari partai demokrat Dapil 4 Kerinici, Kecamatan Sitinjau Laut, Danau Kerinci dan Batang Merangin kuat dugaan ijazah S1 dari salah satu perguruan tinggi swasta Sumatera Utara.

Menurut sumber, DS mendaftar sebagai caleg menggunakan ijazah S1. Bahkan, ditengah masyarakat merasa heran, tiba-tiba nama DS spanduk atau baliho menggunakan titel S1 S.Pd, sedangkan DS tidak pernah kelihatan kuliah di Sumut.

“Kita heran, kapan dia (DS) kuliah? Tiba-tiba di spanduknya caleg menggunakan SPd,” ujar sumber.

Dugaan ijazah Aspal mulai terkuak, karena DS bungkam saat ditanya apa judul skripsi, nama dosen pembimbing dan tempat lokasi Kukerta? DS dikonfirmasi indojatipos.com soal tersebut melalui via WhatsApp tidak menjawab.

Terkait hal tersebut, sejak berita dipublis pihak pengurus partai demokrat Kerinci belum memberi tanggapan soal calegnya diduga gunakan ijazah Aspal.

Penelusuran tim indojatipos.com di situs forlap.ristekdikti.go.id , dengan memasukan nama DS, PTS dan nomor ijazah 335/STKIP-PB/XII/2011 tidak muncul alias tidak terdaftar.

Untuk memastikan kembali, di situs ijazah.ristekdikti.go.id, DS ternyata status mahasiswa di keluarkan dari kampus sejak 2007.

Sementara DS dikonfirmasi membantah dugaan menggunakan ijazah aspal tersebut. “Ijazah kami resmi bisa cek, saya kuliah disana,” kata DS saat dihubungi via telpon.(Yudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *