Diduga Pengadaan Meubelair Sekolah Diknas Kota Sungaipenuh Asaljadi

INDOJATIPOS.COM — Pengadaan Meubelair atau Meja-Kursi Sekolah Dasar di lingkup Dinas Pendidikan Kota Sungaipenuh diduga asaljadi, karena tak sesuai speksifikasi.

Dari 20 paket pengadaan meja-kursi anggaran tahun 2019 APBD Kota Sungaipenuh untuk SD, 3 SMP dengan total nilai lebih kurang Rp 778 juta, dua sekolah meja-kursi diduga bermasalah.

“Kayu meja dan kursi ada yang sudah dimakan bubuk, kayupun dicongkel dengan tangan terkelupas,” ujar salah seorang petugas penjaga sekolah dasar di kecamatan hamparan rawang kepada indojatipos.com.

Menanggapi hal tersebut, Yudi Hermawan aktivis dari lembaga swadaya masyarakat Gasak mengukapkan, dirinya juga menemukan pengadaan meja-kursi di Sekolah Kota Sungaipenuh yang menggunakan kayu kelas 3 alias kayu rawa yang diduga tidak sesuai speksifikasi.

“Hasil penelusuran kami di dua SD di Kecamatan Hamparan Rawang, terdapat meja menggunakan kayu kelas 3 begitujuga kursi. Seharusnya menggunakan kayu klas 2, tidak termakan bubuk. Apalagi catnya kabur dan tidak di dumpul juga,” ujar Yudi.

Sementara Kabid Dikdas Kota Sungaipenuh, Roli Dasra dikonfirmasi mengatakan, Roli malah meminta penjelasan ke Konsultan dan pengawas terkait hal tersebut. “Kita sudah monitoring dan evaluasi seluruh kegiatan sesuai tupoksi,” kata Roli yang juga selaku PPTK melalui via whatsApp.(cr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *