Aktivis Minta Kejari Sungaipenuh Segera Tahan Tiga Tersangka Kasus Bencal Kerinci

INDOJATIPOS.COM, Kerinci — Kejaksaan Negeri Sungai Penuh mendapat respon positif dari sejumlah aktivis anti korupsi di Kerinci. Terlebih kabar adanya pemanggilan tiga tersangka korupsi yang akan dipanggil oleh pihak Kejaksaan dalam waktu dekat.

Tidak hanya itu, sejumlah aktivis meminta agar supremasi hukum benar-benar ditegakkan dalam penanganan kasus dugaan korupsi yang menggunakan anggaran senilai Rp 5 Miliar yang dikelola BPBD Kerinci. Apalagi kerugian negara mencapai Rp. 700 juta.

“Angka yang cukup fantastis. Dalam hal ini kita sangat mengapresiasi Kejari Sungai Penuh yang telah berhasil mengusut kasus dugaan korupsi dana Bencal Kerinci,”ungkap Salimin aktivis Kerinci.

Tidak hanya itu ia menambahkan terkait kasus ini pihaknya mendukung serta bersedia membantu jika dibutuhkan. “Kita juga siap membantu jika diperlukan. Agar supremasi hukum benar-benar ditegakkan,” kata Salimin.

Ia juga mendukung pemanggilan tiga tersangka yang direncanakan Kejari Sungai Penuh. Serta meminta melakukan penahanan terhadap ketiga tersangka yang sudah ditetapkan status hukumnya.

“Iya kita minta segera dilakukan penahanan terhadap tersangka. Dan kita yakin Kejari Sungai Penuh sudah lengkap alat bukti. Karena uang negara yang curi nilainya tidak sedikit, hampir Rp 700 juta,” tegasnya.

Senada disampaikan Zarman Efendi, yang juga aktivis pegiat anti korupsi Kerinci. Ia menilai bahwa penahanan tersangka dugaan korupsi penting untuk dilakukan, agar proses penegakan hukum dapat berjalan lancar sampai ke tahap persidangan.

“Kalau sudah positif tersangka dan bukti sudah terpenuhi, maka tidak ada alasan untuk tidak ditahan. Kita khawatir, jika tidak ditahan, maka proses hukum tidak berjalan mulus, bisa saja tersangka tidak kooperatif atau kabur dari Kerinci. Oleh sebab itu kita meminta agar para tersangka segera ditahan oleh Kejari Sungai Penuh,”katanya.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sungaipenuh Sudarmanto dikonfirmasi mengatakan saat ini pihak penyidik masih melakukan pamanggilan sejumlah saksi-saksi dan tim teknis.

“Tiga orang yang sudah ditetapkan tersangka akan kita panggil,” kata Sudarmanto saat dikonfirmasi wartawan beberapa hari lalu.

Disinggung alasan belum dilakukan penahanan? Karena penyidik masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi sekitar 25 orang. “Ketiga tersangka masih koferatif, sekitar tiga minggu lagi lah kita panggil,” ujar dua minggu lalu.(cr01/yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *