Inspektorat Diminta Usut Gedung PAUD Desa Sri Menanti yang Ambruk

INDOJATIPOS.COM, Sungai Penuh –
Inspektorat Kota sungai penuh diminta mengusut pekerjaan pembangunan gedung PAUD-TK yang dibangun Desa Sri Menanti, Koto baru kota Sungaipenuh yang terindikasi bermasalah.

Zarman Efendi aktivis anti korupsi mengatakan, meski bersumber dari anggaran Dana Desa tahun 2019, pekerjaan pembangunan gedunga PAUD-TK yang ambruk. Ditambah lagi sumbar dana yang sangat besar senilai Rp 500 juta atau dikerjakan dengan swakelola.

“Tentu ini menimbulkan pertanyaan, di tengah-tengah masyarakat, dananya sangat besar kenapa bangunannya ambruk,” ucap Zarman Efendi dari LSM Forjam kepada indojatipos.com, Jumat (12/72019).

Selain itu, tuturnya, dalam pengalokasian dana desa juga rancu. Baik secara administrasi dan pekerjaan. Hal ini diduga akibat lemahnya pengawasan dari instansi terkait dan Tenaga Pendamping Desa yang dipercayakan Kementerian Desa untuk mengawasi pembangunan desa.

“Tim TP4D yang berperan sebagai pengawasan anggaran dan pekerjaan pembangunan masih tetap kecolongan. Tidak duketahui pasti apa penyebabnya,” tambah Efendi.

Berita sebelumnya, Pjs Kades Sri Menanti Kecamatan Koto Baru Ermizon yang dihubungi indojatipos.com untuk konfirmasi terkesan berdalih dengan alasan pembangunan lantai dua yang ambruk dikarenakan getaran mesin rice milling yang tak jauh dari bangunan.

“Tidak ada masalah, bisa ditanyakan ke Dinas PU teknisnya. Karena saat ngecor ado getaran pabrik padi yang jaraknya 3 meter. Tidak ado kito perhitungkan,” kata Ermizon saat dihubungi via telpon.(yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *