Polisi Usut Dugaan Pungli Biaya Domestik JCH di Kemenag Kerinci, Ini Tanggapan Kepolisian

INDOJATIPOS.COM, Kerinci — Praktik dugaan pungutan liar biaya domestik Jamaah Calon Haji (JCH) dari Kerinci-Jambi-kerinci senilai Rp 500 lebih sebanyak 337 orang menjadi perhatian sejumlah aktivis.

Kusnadi aktivis GNPK RI meminta aparat hukum melakukan penyelidikan atas dugaan praktik pungli di lingkungan Kemanag Kerinci, soalnya, biaya yang diduga di pungut ini sudah dianggarkan oleh Pemda Kerinci dalam APBD, artinya jamaah calon haji kabupaten Kerinci tidak dibebankan lagi.

“Ini perlu diusut oleh kepolisian, terlepas ada kesepakatan. Yang jelas telah melakukan pungutan liar yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan,” ungkap Kusnadi.

Tarkait hal tersebut di respon Kepolisian Resort Kerinci. Kapolres Kerinci melalui Kasat Reskrim IPTU Toni Hidayat mengatakan tetap melanjutkan penyelidikan meski kesepekatan. “Beri kita untuk lidik (penyelidikan,” kata Toni, Kamis (18/7/2019) kepada media indojatipos.com.

Padahal, untuk biaya domestik atau transportasi keberangkatan Jemaah Calon Haji, setiap tahunya selalu ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci.

Sebelumnya, Kasi Haji Kemenag Kerinci, Reflisman, mengatakan bahwa untuk domestik atau transportasi terhadap JCH Kerinci yang ditanggung Pemkab Kerinci hanya untuk sebanyak 300 orang. Sedangkan JCH yang berangkat tahun 2019 sebanyak 337 orang.

“Kalau tidak seperti itu dari mana kita ambil dananya untuk 37 orang jemaah, terpaksa bergotong royong dengan jemaah calon hajinya, karena kita mau berangkat,”akuinya.

Sedangkan Kabag Kesra Setda Kerinci, Marius Latif, saat dikonfirmasi (17/07), bahwa untuk trasportasi keberangkatan JCH pada tahun 2019 untuk Kerinci-Jambi dan Jambi-Kerinci semua ditangani oleh Pemkab Kerinci.

“Dari pemda, cukup untuk menfasilitasi transportasi jemaah calon haji dari Kerinci-Jambi dan Jambi Kerinci, bisa diatasi untuk 337 orang, karena kemampuan kita hanya untuk fasilitas transportasi,”jelasnya.

Dia menyebutkan, semua transportasi Jemaah haji pada tahun 2019 ini di tangani Pemda Kerinci yang telah di anggarkan pada APBD, sebab pihaknya tidak ingin membebani JCH tahun 2019. “kita tidak ingin membebani jemaah, kalau pun kurang nanti akan kita tangani, kita upaya tahun tidak ada iuran transportsi terhadap jemaah,”tegasnya.

Ditanya jumlah anggaran yang disiapkan? Katanya pihaknya akan membayar sejumlah unit mobil yang digunakan untuk mengangkut JCH Kerinci-Jambi dan Jambi-Kerinci. “Kalo anggaranya kita LS artinya dibayar sejumlah unit mobil berapa jumlah mobil yang terpakai maka sebanyak itu lah yang kita bayar,”bebernya.(yud/cr)

Share Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *