Zarman Efendi: Pekerjaan Jalan Jujun-Sungai Penuh Diduga Asaljadi

INDOJATIPOS.COM, KERINCI – Pekerjaan Jalan jujun – Sungai Penuh di kerjakan oleh PT.Sinar Karya dengan nilai kontrak Rp 17 Milyar lebih, pekerjaan yang mengunakan Dana APBD Provinsi Jambi Tahun 2019 Kini mendapat kritikan dari Masyarakat tanjung pauh, Kerinci.

Pasalnya, Bahan yang di pakai pada Pekerjaan Jalan Jujun-Sungai Penuh. Mulai dari pekerjaan galian pada pelebaran jalan Kebanyakan tidak sesuai dengan rencana teknis, bahkan pada galian yang dangkal dan bahan matrial timbunan banyak bercampur dengan palstik.

Pantauan Media Indojatipos.com, jum’at (09/08), jalan Jujun-Sungai Penuh diduga telah menyimpang dari gambar perencanaan dan Rencana Angaran Biaya dari salah satu item pada timbunan klas A dan B di timbun scara bersamaan, selain itu pada galian juga tidak mengikuti gambar perencanaan yang telah di tentukan.

Sebagaimana yang smpaikan Zarman Efendi salah seorang Warga tanjung Pauh, kepada media ini, 10/08. Saya sangat kecewa melihat pekerjaan yang dilaksanakan oleh pihak Kontraktor tersebut. Dikarenakan pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor terlihat asal jadi, lihat saja pada pekerjaan timbunan mulai dari jenis matrial yang digunakan tidak jelas Kualitasnya, entah itu klas A atau klas B yang dihamparkan dijalan Jujun-Sungai Penuh, ungkap Zarman Ependi.

Ditambah lagi pekerjaan Pemadatan Pelebaran Jalan sama sekali tidak Dilaksnakan terlebih dahulu Pemadatan LPB nya, sementara matrial sirtu sudah dihamparkan dan langsung digilas dengan Wallas, apakah ini yang dikatakan Baik pekerjaan nya, perlu untuk diketahui Kami masyarakat awam Bukan tidak Tahu akan pekerjaan tekhnis Pembangunan jalan Begitu juga dengan prosedur yang Mutlak tahap demi tahapya Pemadatanya, yang lebih saya bingung lagi Pengawas Pekerjaan tersebut ada dan sesekali terlihat dilapangan, justru malah membiarkan pekerjaan seperti itu.

“Selanjutnya, saya berharap kepada Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakayat (PUPR) Provinsi Jambi untuk lebih tegas terhadap rekanan agar bekerja lebih profesional jangan asal jadi demi meraup keuntungan besar saja, dan semenjak pekerjaa jalan dilaksnakan kami masyarakat disibukan dengan debu yang masuk kerumah kami, bahkan sudah mengangu pernafasan,karena tidak disiram sebagai mana aturan teknis yang benar”, tambahnya lagi.

Ditempat terpisah, Dasril Duski, selaku Masyarakat pengamat pembangunan, Membenarkan Jika pekerjaan jalan Jujun – Sungai Penuh yang saat ini dikerjakanoleh PT. Sinar Karya, Pekerjaannya sangat Memprihatinkan, Mulai dari Galian pelebaran Badan jalan yang kebanyakan dangkal, serta teknis Pekerjaannya sangat keliru, demikian dengan jenis matrial sirtu, agregatnya diduga bukan Produk stone croser, akan tetapi Produk Kuari Sungai Tuak yang disaring Menyerupai Batu Pecah, ditambah lagi Pekerjaan pemadatan yang tidak maksimal dan ini akan berdampak Terhadap rendahnya mutu Pekrjaan natinya.

Melihat semua kenyataan ini, Dirnya sangat berharap Kepada kepala Dinas pekerjaan umum Provinsii Jambi Beserta PPK, dan PPTK Bidan Bina Marga, jangan hanya Duduk dan menerima laporan Saja, sementara Pekerjaan dilapangan asal jadi, dan Penuh dengan Indikasi penyimpangan yang dapat Memperburuk dan merugikan Negara / daerah karena telah Mebayar Pekerjaan yang buruk nantinya.

Dari pihak perusahaan PT. Sinar karya, yang melaksankan Pekerjaan jalan jujun – sungai Penuh tahun 2019. Belum dapat Dimintai tangapanya hingga Berita ini dipublis.(yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *