Begini Kondisi Besi Jembatan Saat Awal Dibangun, Aktivis Minta Aparat Hukum Mengusut Jembatan yang Ambruk

INDOJATIPOS.COM, Kerinci- Pekerjaan proyek jembatan Desa Kubang Koto Panjang, Depatitujuh, Kabupaten Kerinci pada awalnya diduga gagal konstruksi. Pasalnya, saat dipasang besi bengkok oleh rekanan pelaksana proyek ini.

Sayangnya, sudah beberapa bulan selesai dibangun dari dana APBD Kabupaten Kerinci yang menelankan dana sebasar Rp 481 juta, Rabu malam (14/8/2019) besi jembatan patah masuk sungai.

Sebelumnya media indojatipos.com telah beberapa kali menyorot dengan pemberitaan, namun pihak rekanan dan konsultan pengawas dinilai tak mengubris pemberitaan besi jembatan kubang gunakan besi bengkok. Tetapi kini terbukti jembatan ini ambruk, namun tak ada korban.

“Awalnya sudah kita permasalahkan menggunakan besi bengkok dan melengkung saat temuan pengawasan kita dilapangan. Namun, pengawas, rekanannya tetap menggunakan besi bengkok. Terbukti akhirnya ambruk,” ujar Ikshan Darqtoni aktivis anti korupsi ini.

Ikshan meminta pihak penegak hukum melakukan investigasi ambruknya jembatan ini. Karena, baru dibangun dan menggunakan uang Negara. “Iya, perlu diinvestigasi langsung ke lapangan, kita duga proyek ini gagal konstruksi dan merugikan keuangan negara,” tandas Ikshan.

Diketahui jembatan tersebut baru dibangun dari anggaran APBD Kerinci tahun 2018 dengan menelankan dana Rp 481 juta. Data diperoleh, proyek jembatan Desa Kubang Koto Panjang kabupaten kerinci ini di kerjakan oleh CV Buana Graha Konstruksi.(yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *