Baru Dibangun Gudang BBI di Talang Lindung Retak, Pembuatan Kolam Ikan Disorot

INDOJATIPOS.COM,SUNGAIPENUH-Pekerjaan Kontruksi Pengadaan Gudang BBI dan penambahan kolam iklan di Dinas Pertanian dan Perternakan Kota Sungai Penuh diduga menyimpang dari teknis perencanaan.

Pasalnya, bahan yang di gunakan pada item konsen jendela diduga memakai kayu lunak (klas 3) dan juga pada adukan semen yang tak mengikuti dari standar yang di tentukan. Selain bangunan Gudang BBI juga terdapat kejanggalan pada pekerjaan kolam pada dasar balok sloop terisi dengan batu, seharusnya ada perbedaan antara pasangan batu dan coor pada balok bertulang.

Pantauan media Idojatipos.com, Selasa (13/08/2019) pada pekerjaan bangunan gudang BBI kayu konsen jendela yang tidak dirapikan dan keadaan dinding mulai retak. Selain itu kejangalan juga terlihat pada pembangunan kolam yang tak mengunakan pasir urung. Hal ini, kuat dugaan Dua pekerjaan di Bidang Perikanan dinilai asal jadi.

Dasril salah seorang pengamat pembangunan Kota Sungai Penuh ketika di minta tanggapannya, Rabu (14/08/209) mengatakan, menurut Spesifikasi teknis pada pembangunan gudang BBI untuk standar kayu paling tidak memakai kayu kelas Dua. juga pada dasar pondasi harus diberi lapisan pasir urung dan disiram dengan air kemudian dipadatkan sampai dengan ketingian 5 Cm agar dasar dari bangunan bisa kuat dan bertahan dengan lama,” jelas Dasril.

Kini kita cermati pada pembangunan gudang BBI dan penambahan kolam kita menduga bahwa pihak kontraktor yang mengerjakan diduga asal jadi, ini semua diakibatkan lemahnya pengawasan dari Dinas atau dari pihak kosultan pengawas. “Masa pengawas tidak tau waktu pemasangan konsen jendela tak telihat kayu yang dipasang tak sesuai dengan kayu peruntukannya dan juga pada adukan semen yang tak memenuhi standarnya,”ungkap Dasril lagi.

Ditambahnya lagi, pembangunan gudang BBI dan penambahan kolam ikan yang memakai Aggaran APBD ini telah menyimpang dari teknis perencanaan untuk itu kami himbau kepada pihak dinas perikanan dan peternakan harus turun kelapangan untuk melihat apa yang di kerjakan oleh pihak kontraktor nakal yang ingin meraih untung besar, jika terbukti semua ini pihak dinas harus membokar pekerjaan yang tidak mengikuti dari Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Ya Dinas Peternakan dan Perikanan harus turun untuk melihat pekerjaan yang diduga asal jadi ini, untuk itu sebelum diserah terima terahir PHO, jika terbukti Dinas peternakan dan perikanan harus meminta kepada kontraktor memperbaiki terlebih dahulu sebelum di caikan 100%,” tambah Dasril selaku pengamat pembangunan ini.

Sejak berita ini dipublis, pihak dinas terkait dan konsultan belum memberi tanggapan.(yud/cr)

Share Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *