Pengawas Surati CV Taufik Dharma Rekanan DI Pauh Tinggi

INDOJATIPOS.COM, KERINCI- Setelah pekerjaan Irigasi (DI) Pauh Tinggi, Gunung Tujuh, Kerinci disorot pemerhati pembangunan, Pengawas Konsultan akan menegur rekanan yang mengerjakan proyek tersebut.

“Akan kita surati rekanannya (CV Taufik Dharma),” kata Kasmanto konsultan pengawas proyek DI Pauh Tinggi.

Ia mengaku sebelumnya telah menegur rekanan tersebut.”Sebelumnya kita telah menegur,” ujarnya.

Berita sebelumnya, Pekerjaan DI Sungai Pauh tinggi terkesan menutupi berapa nilai atau biaya yang diangarkan pemerintah untuk pekerjaan ini, sebab dilapangan tidak ditemukan adanya papan informasi atau papan merk padahal itu wajib di pasang kerena sudah ada dicantumkan dalam Rencana Anggaran Biaya.

Penelusuran di website LPSE Kerinci bahwa pekerjaan DI Sungai Pauh Tinggi dikerjakan oloh CV. Taufik Dharma dengan nilai Kontrak Rp. 581 juta lebih.

Ketua tim investigasi GNPK-RI Kabupaten Kerinci Kusnadi mengatakan, akibat kurang pengawasan dari pihak dinas terkait maka pekerjaan DI Pauh Tinggi diduga dikerjakan asaljadi, lihat saja pada lantai kerja dan galiannya asal dibersihkan saja tanpa ada galiannya.

“Ya, kalau kita lihat pada lantai kerjanya asal di bersihkan saja, dan juga pada galianpun tidak ditemukan, hal ini akan mempengaruhi pada daya tahan saluran drainase DI Pauh Tinggi yang tidak akan bertahan lama,” ungkap Kusnadi, Kamis (12/9/2019).

Ia mengukapkan lagi, selain itu pada adukan semen yang dilakukan secara manual sehingga adukan tidak merata. seharusnya adukan semen di aduk dengan molen agar adukannya merata dan berkalitas,” ungkapnya lagi.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Semut Merah Aldi Agnopiadi juga mengatakan, pada pekerjaan DI Pauh Tinggi diduga telah menyimpang dari acuan pada perencanaan gambar kerja.

“Pembesian Skor panahan pun memasang besi 8, ini sangat jauh berbeda pada aturan gambar prencanaan yang seharusnya mereka (kontraktor) memasang besi 10, kami berharap kepada Dinas PUPR Kabupaten Kerinci untuk turun kelokasi Di Desa Pauh Tinggi untuk mengecek proyek DI. Pauh Tinggi, ” tandasnya.

Selain itu patut dipertanyakan tetang Sertifikat Tenaga Teknis (SKT) yang di masukan dalam proses tender (lelang) apakah pihak dari rekanan memakai tenaga teknis yang telah di cantumkan dalam surat perusahaan tersebut.

Laporan: Yudi Hermawan
Editor: Richo Pirmando

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *