Proyek Penahan Tebing di Bukit Khayangan Sungaipenuh Disorot

INDOJATIPOS.COM, Sungai Penuh–Bangunan tembok penahan tebing berlokasi di taman wisata Bukit Khayangan Kota Sungai Penuh, diduga proyek siluman. Sebab sejauh ini pelaksanaan proyek tersebut sedang berlangsung tidak ditemukan papan nama kegiatan dilokasi pekerjaan tersebut.

Hasil pantauan indojatipos.com dilokasi, berapa hari lalu terlihat proyek tembok penahan tebing tersebut sudah hampir rampung dikerjakan, namun sangat disayangkan sampai saat ini plang proyek tidak ada terpasang. Se­hingga menimbulkan pertanyaan masya­rakat sekitar. Padahal Memasangkan plang nama pro­yek adalah suatu keharusan sesuai dengan ketentuan yang berlaku RAB.

Salah satu pekerja yang sempat dikonfirmasi mengatakan ini proyek dari Jambi. Sekarang ini pihaknya hanya berkeja sama Fadli yang punya proyek ini, pihaknya pun menanyakan berapa nilai proyek tersebut ke pekerja ? kalau masalah itu ia tidak tau.

“Ya, yang punya proyek ini pak Fadli orang Siulak, kalau masalah berapa anggaran untuk pekerjaan ini kami tidak tau, kami hanyalah pekerja,” jelas salah satu pekerja ke media ini.

Bahkan pekerjaan tembok penahan tebing di areal perbukitan Taman wisata Bukit Khayangan ini sangatlah penting, sebab kondisi tanah yang labil rawan lonsor, jika pihak kontraktor membuat asal jadi saja bisa-bisa tembok penahan tebing itu yang ikut menutupi badan jalan pariwisata bukit khayangan.

“Ya sangat meragukan dengan kondisinya sekarang ini jika pihak kontraktornya tidak membuat tembok penahan tebing sesuai dengan apa yang didalam teknis perencanaan bisa-bisa tembok itu yang akan ikut lonsor menutupi badan jalan di bukit khayangan,” ungkap Kusnedi ketua tim investigasi GNPK-RI Sungai Penuh-Kerinci.

Ditempat yang sama Aldi Agnopiandi Ketua LSM Semut Merah yang lansung turun ke lokasi tembok penahan tebing di wilayah taman Wisata Bukit Khayangan, mengatakan, pihaknya yakin bahwa proyek ini memakan dana cukup besar berkisar ratusan juta kenapa pihak kontraktornya tidak transparan dalam memberi informasi.

Pekerjaan tembok penahan tebing yang ketingiannya hampir tiga meter masa tapak pondasi seperti ini, hampir sama besar di bagian tapak dan bagian kepala, apa lagi pada pasangan bagian tengah kita menduga hanya dipasang satu batu saja dan ditimbun dengan tanah.

“Kita menduga pekerjaan tembok penahan tebing tidak sesuai dengan gambar perencanaan, apa lagi di bagian tengah dugaan pasangan batu dengan mortal tidak sesuai dengan gambar perencanaan,”, jelasnya lagi.

Untuk dimintak kepada Dinas yang bersangkutan agar dapat turun lansung ke lapangan atau konsultan pengawas supaya tau kondisi yang dikerjakan oleh pihak rekanan agar dikerjakan sesuai dengan apa yang telah di rencanakan dalam RAB.

Laporan Yudi Hermawan
Editor Riko Pirmando

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *