Serapan Dana Desa Rendah, BPKAD Kerinci Sebut Kades Tak Paham APBDes

INDOJATIPOS.COM, KERINCI – Dana Desa di Kabupaten Kerinci pada tahun 2019 mengalami keterlambatan pencairan. Tahap pertama dana desa baru mulai cair pada bulan September ini.

Menurut Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kerinci salah satu faktor penyebab keterlambatan pencairan dana desa adalah masih banyak desa yang belum menyelesaikan APBDes.

Kepala BPKAD Kerinci Jarizal Hatmi mengakui terjadi keterlambatan pencairan dana desa. Karena banyak persyaratan maupun ketentuan yang harus diikuti. Penyebab lain yakni masih banyak Kades yang belum paham menyusun APBDes.

“Kadang desa ini ingin cepat (pencairan dananya desa) tapi persyaratan mereka lambat. Saat kita laksanakan Bimtek, umumnya kepala desa mengatakan mengerti (APBDes) namun saat menyusun APBDes desa terkendala,” jelasnya saat konferensi pers dengan media, Senin kemarin (23/9/2019).

Sekretaris DPPKA Kerinci Mahyudin menambahkan pihaknya sesuai peran hanya memproses penyaluran, menyimpan dan menerima dana desa dari pemerintah pusat ke Kasda. “Kami bisa mencairkan uang apabila seluruh administrasi lengkap,” katanya.

Saat ini dari 285 desa di Kabupaten Kerinci, pencairan dana desa tahap pertama baru 234 desa. Artinya masih ada 51 desa yang belum ada pencairan dana desa. Kendalanya masih pada APBDes, ini umumnya desa yang dijabat kades baru yang masih pelaksana tugas.

Mahyudin merincikan jumlah dana desa Rp 42 miliar tahap pertama sudah cair, kemudian tahap kedua Rp86 miliar sudah masuk di Bank Jambi.

“Tahap pertama ini 234 desa sudah disalurkan. Desa lainnya dalam proses tapi SP2D (surat perintah penyaluran dana) sudah ditandatangani,” katanya. (rco)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *