Mencuat Oknum Pegawai Dikjar Provinsi Jambi Diduga Jadi Calo Kenaikan Pangkat Kepsek

INDOJATIPOS.COM, -Salah satu model pungutan liar (pungli) yang terjadi di dinas Pendidikan Provinsi Jambi dengan dalih untuk pengurusan Perpindahan maupun kenaikan pangkat Menjadi Kepala Sekolah di tingkat SMA, SMK Kian merajalela di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.

Salah satu oknum pegawai Dinas Pendidikan Provinsi Jambi yang berinisial SP diduga sebagai percaloan dengan modus memungut Uang sebesar Rp 25 juta sampai Rp 30 juta bagi guru yang ingin mengurus perpindahan dan kenaikan pangkat menjadi Kepala Sekolah.

“Ya, ada salah satu Pegawai dinas Dikjar Provinsi Jambi yang berinisial SP memungut uang bagi siapa saja guru yang ingin mengurus kenaikan pangkat dan menjabat sebagai Kepsek tingkat SMKN di Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci,” ungkap salah satu sumber yang enggan namanya disebutkan ke Media Indojatipos.com

Selain Itu, dengan dalih mengaku sebagai orang terdekat keluarga istana di Provinsi Jambi untuk memudahkan proses dalam pengurusan masalah kenaikan jabatan untuk menjadi kepala sekolah tingkat SMKN.

Salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Semut Merah Aldi Agnopiandi ketika diminta tanggapannya mengatakan, pihak sudah banyak menerima laporan dari guru tingkat SMKN bahwa adanya dugaan Pungli kenaikan jabatan yang di lakukan oleh SP di wilayah Sungaipenuh dan kabupaten kerinci.

“Ya saya sudah banyak menerima laporan dari guru. SP diduga mengiming-iming guru menjadi Kepsek tingkat SMKN di sungai penuh dan kabupaten kerinci” kata Aldi Agnopiandi selaku ketua LSM Semut Merah.

Dalam hal ini, kami meminta kepada pihak berwajib untuk menyelidiki adanya pungli yang dilakukan oleh oknum di Dinas pendidikan Provinsi Jambi,”tambah Aldi dengan nada kesal.

Sementara itu, kami berupaya menemui saudara SP di kantornya, salah satu pegawai dinas pendidikan mengatakan beliau masih sibuk dengan alasan masih ada acara pelantikan, kata salah satu pegawai Dinas pendidikan Jambi.

Sampai berita ini di publiskan kami belum mendapat hak jawab dari saudara SP maupun Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.(yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *