66 PEMBACA

Diduga Proyek Drainase Sungaibungkal-Hamparan Rawang Bermasalah


INDOJATIPOS.COM, Sungai Penuh-Proyek Rehabilitasi drainase jalan MH Thamrin Sungai Bungkal-Hamparan Rawang, Kota Sungaipenuh diduga bermasalah.

Proyek yang dikerjakan oleh CV Jaya Setia Karya ini pada item urugan pasir lapisan trotoar diduga tidak sesuai dengan Spesifikasi teknis.

Pasalnya, Rehabilitasi drainase sudah memasuki tahap Dua, dengan menghabiskan Anggaran hampir Rp 5 Milyar, pada tahap Satu dengan nilai Rp. 2.494.237.000,- dan pada tahap Dua dengan penawaran yang sama Rp.2.494.320.184,- Dua kali berturut-turut di menangkan oleh perusahaan yang sama.

Pantauan Media Indojatipos pada hari Rabu lalu (02/10/2019) pada item pekerjaan Rehabilitasi drainase jalan MH.Thamrin diduga urugan pasir dibawah lantai sangat tipis dan tampa ada pemadatan terlebih dahulu sehingga menurut spesifikasi teknis telah menyalahi aturan.

“Seharusnya urugan pasir dipadatkan terlebih dulu, ketika dipasang trotoar datar dan padat tidak terjadi penurunan,” ujar Desrial pengamat pembangunan yang ahli konsultan Jambi.

Menurut pedoman dalam Spesifikasi teknis urugan pasir dibawah lantai 5 cm setelah dipadatkan menggunakan mesin, sedangkan pihak dari kontraktor hanya main siram saja tanpa mengadakan penyiraman dan pemadatan sebelum di cor lantai kerja.

Dalam spesifikasi teknis pada poin Pasal 8 Pekerjaan Urugan Pasir:

1. Pekerjaan Urugan Pasir
a. Pasir yang digunakan untuk pengurugan, harus pasir yang baik dan memenuhi syarat teknis bebas dari bahan organik, bahan bekas/ sampah dan harus mendapat persetujuan dari Direksi.

b.Penimbunan urugan pasir harus disiapkan sampai pada permukaan yang
dibuat dan ditebarkan dalam lapisan-lapisan yang rata tidak melebihi
ketebalan yang ditentukan.

c. Pemadatan urugan pasir segera setelah penempatan dan penebaran urugan masing-masing lapisan harus dipadatkan menyeluruh dengan alat
pemadatan yang cocok dan memadai yang disetujui oleh Direksi Teknik.

2. Untuk pengukuran satu urugan pasir sampai menjadi satu pekerjaan ruang
dibangun diatas tanah akan diukur dalam meter kubik batu yang diterima dan disetujui antara Penyedia Jasa Konstruksi dan Dikreksi Teknik atas dasar volume
senyatanya.

3. Volume urugan pasir yang diukur sebagaimana diatas akan dibayar persatuan pengukuran pada harga yang bersangkutan yang dimasukan dalam daftar penawaran.

Sejak berita ini dipublish, pihak PPK, PPTK belum mendapat tanggapan. Bahkan dilapangan konsultan pengawas tidak ditemukan, begitu juga dengan pihak kontraktor.

Laporan: Yudi Hermawan
Eidtor: Richo Pirmando

--COVID-19 DI INDONESIA--

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
SUMBER DATA : KEMENTERIAN KESEHATAN & JHU. UPDATE TERAKHIR :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.