Bawaslu Kota Sungaipenuh-Pemkot Tandatangani NPHD

INDOJATIPOS.COM, SUNGAIPENUH – Meski sempat tertunda penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Pilkada Sungai Penuh, Akhir Ditetapkan dan ditandatangani dengan nilai Rp 3,4 Milyar.

Penandatanganan NPHD Pilkada Kota Sungaipenuh ditandatangani setelah beberkali dilakukan pertemuan dengan diputuskan dinas keuangan daerah.

Ketua Bawaslu Kota Sungaipenuh, Jumiral Lestari, Saat dikonfirmasi (07/11) membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, pada Senin (04/11) lalu pihak Bawaslu Kota Sungai Penuh Bersama dengan Pemerintah Kota Sungai Penuh melakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah untuk Pilkada Serentak 2020.

Penandanganan ini yang telah ditetapkan dinas keuangan daerah, untuk NPHD Pilkada Sungaipenuh sebesar Rp 3,4 M bersumber dari APBD-P 2019 dan APBD murni 2020.

“Dari dana APBD-P ini dikucurkan Rp 230 juta, sedangkan APBD murni 2020 dikucurkan melalui Tiga tahapan, pertama 40 persen, tahapan kedua 30 persen dan 10 persen tahap ketiga,” jelasnya.

Sedangkan dana dari Provinsi Jambi berkurang dari yang diusulkan. Dimana sebelumnya diusulkan dari provinsi Jambi, 1,5 Milyar, dari APBD provinsi, namun Bawaslu provinsi pun tidak sesuai dengan angka yang diusulkan. Maka harus direvisi lagi, sehingga menjadi dana dari Provinsi Rp 700 juta.

“Rp 700 juta untuk honor penwacam dan staf sekretarian panwascam, Jadi total untuk bawaslu sungaipenuh termasuk dari Provinsi Jambi Rp 4,1 M,”bebernya.

Dirinya berharap, anggaran yang telah ditetapkan tersebut, bisa memaksimalkan pelaksanaan Pengawasan Pilkada di kota Sungai Penuh pada September 2020 mendatang.

“Karena Kota Sungai Penuh informasinya indeks kerawanan pemilu tinggi, kita lihat pemilu lalu seperti ada pembakaran kotak dan pemukulan panwascam, kita menginginkan pada pilkada ini bisa meningkatkan partisipasi pemilih,”pungkasnya. (rco)

Share Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *