Dibawah Kepemimpinan Adirozal, Kerinci Raih WTP Lima Kali Berturut-turut

KERINCI- Pada Tahun 2014, Bupati Kerinci, Adirozal, mengukir sejarah yakni berhasil meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jambi untuk pertama kalinya.

Akhirnya sejak itu, dibawah kepemimpinan Adirozal, ia berhasil mempertahankan WTP selama Lima kali berturut-turut yakni 2014, 2015, 2016, 2017, dan laporan keuangan Pemerintah kabupaten Kerinci tahun 2018 ini, juga mendapat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jambi.

WTP merupakan bentuk pengakuan atas keberhasilan dalam pengelolaan keuangan daerah, yang diberikan oleh BPK RI yang ditujukan atas kewajaran laporan keuangan dengan memperhatikan kesesuaian laporan keuangan dengan standar akuntansi pemerintahan efektifitas, pengendalian intern, dan kepatuhan terhadapan Peraturan Perundang-undangan.

Keberhasilan Kabupaten Kerinci meraih opini WTP, di umumkan secara resmi setelah BPK RI memeriksa laporan keuangan Pemerintah Daerah Kerinci tahun 2018 lalu.

Bupati Kerinci, Adirozal mengutarakan, Pemkab Kerinci kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Kerinci Tahun 2018 lalu.

“Allhamdulillah, dibawah kepemimpinan Bapak Bupati Kerinci Dr Adirozal Pemkab Kerinci. Kerinci sudah Lima tahun berturut-turut dapat WTP,” ujar Letmi Henri Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKAD) Kabupaten Kerinci.

Dikatakan, bahwa ini merupakan hasil kerja keras Bupati Kerinci Adiroal bersama seluruh OPD. Ini tidak mudah, dikarenakan BPK sebagai auditor selalu melihat dan memonitor sejauh mana temuan dahulu ditindak lanjuti dan melihat terus pengelolaan keuangan dan aset daerah untuk dipertanggungjawabkan.

“Untuk itu, kita minta seluruh OPD bersama-sama mendukung visi dan misi Bupati Kerinci-Wabup Kerinci Adirozal-Ami Taher untuk lima tahun kedepan, semoga WTP kembali diraih tahun 2019,” tuturnya.

Terpisah, Bupati Kerinci Adirozal mengukapkan, meskipun ada beberapa catatan-catatan hasil audit yang disampaikan oleh pimpinan BPK, namun tidak terlalu banyak berkaitan dengan keuangan dan hal tersebut akan segera ditindak lanjuti.

“Kita bahagia juga, catatan-catatan itu tidak terlalu banyak berkaitan dengan keuangan. Yang kita lihat tadi berkaitan dengan aset yang belum disertifikatkan, saya rasa ini masalah semua daerah, tapi pencatatannya sudah benar hanya tadi diminta untuk seger disertifikatkan agar tidak menjadi sengketa,” ujarnya.

“Kemudian berkaitan dengan pembukuan di rumah sakit juga yang diminta perlu dibenahi, tapi itu bukan masalah keuangan,” bebernya.

“Untuk itu, kita terus mengajak staf bisa menggunakan uang secara efektif dan evisien, serta aset yang terkelola dengan baik,” tegas Bupati.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *