Bawaslu Sungaipenuh Sosialisasi Gerakan Anti Politik Uang

INDOJATIPOS.COM, Sungai Penuh – Politik uang sangat membahayakan dan sangat merusak tatanan demokrasi. Hal tersebut disampaikan oleh ketua Bawaslu Kota Sungai Penuh, Jumiral Lestari, saat membuka acara Sosialisasi Pengawasan Pilkada Serentak Tahun 2020.

"Kami mengistilahkan politik uang itu, dengan 'exstraordinary crime' dalam pemilu atau kejahatan luar biasa atau membahayakan dalam pemilu, sehingga merusak tatanan demokrasi yang kita bangun," kata Jumiral Lestari, Jumat (22/11/2019).

Acara yang bertempat di Aula Hotel Arafah, Kota Sungai Penuh ini dihadiri oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Kerinci, Polres Kerinci, akademisi, tokoh adat, tokoh masyarakat, ulama dan organisasi kepemudaan dalam Kota Sungai Penuh.

Ditambahkan oleh Ketua Bawaslu, pihaknya mengharapkan kepada semua masyarakat untuk turut bersama-sama mengawasi pemilu yang akan kita selenggarakan pada tahun 2020 mendatang. "Dalam rangka menghadapi pemilu 2020 mendatang, kami berharap kita semua bersama-sama untuk mengawasinya, sehingga kita bisa menghasilkan pemilu yang bersih dan berkualitas," harap ketua Bawaslu.

Dalam sesi diskusi yang di buka pada forum sosialisasi yang diberikan oleh narasumber, Ansorullah, Dosen Fakultas Hukum Universitas Jambi dan juga pernah menjabat ketua Panwaslu Provinsi Jambi pada periode 2003-2004. Penanya lebih menanyakan perihal fenomena politik uang yang sudah membudaya ditengah masyarakat.

"Banyak alasan yang hari ini kita dengar dari masyarakat terkait politik uang, seperti "Tidak ada amplop maka tidak ada pemilihan", artinya hal itulah salah satu yang menjadi motivasi masyarakat untuk datang ke TPS untuk memilih," katanya.

Ia menanbahkan, mesti ada kesadaran yang tumbuh dari masyarakat dan para peserta Pemilu akan dampak dari politik uang dalam Pemilu. "Kesadaran yang tumbuh dari masyarakat lah kita harapkan untuk menyikapi fenomena politik uang, tentunya juga sebaliknya bagi para peserta pemilu mesti memberikan sosialisasi terhadap bahaya politik uang," tutupnya. (rco)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *