Nyamar Jadi Akpol, Kenali Mahasiswi di Medsos Warga Kerinci Ini Diamankan Polres Kerinci

INDOJATIPOS.COM, KERINCI—RM (23) tahun Warga Desa Baru Sungai Tutung, Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, Jambi, akhirnya berurusan dengan Kepolisian karena pelaku diduga melanggar undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) nomor 19 tahun 2016.

Data yang diberoleh dari Satuan Reskrim Polres Kerinci, RM (23) dilaporkan oleh Bunga (21) salah satu mahasiswa di Jambi ke Polres Kerinci karena telah melakukan penyebaran video dan foto setengah bugil ke sejumlah akun media sosial dan WhatsApp. Kapolres Kerinci AKBP Heru Ekwanto,SIK melalui Kasat Reskrim IPTU Edimardi.S dalam pers realese mengatakan, penangkapan RM pelaku penyebaran video dan foto porno di media sosial dilaporkan oleh masyarat dua minggu lalu.

Setelah penyelidikan, pelaku kasus berhasil diungkap. “Iya, RM kita tangkap di lapangan Pemda Kerinci. Dan Pelaku mengakui perbuatannya menyebar video Bunga ke medsos dan WhatsApp,” kata Edi Mardi kepada INDOJATIPOS.COM.

Kranologi kejadian, RM (23) berawal membuat Akun Instagram @dekhaanjiprasetiyo menggunakan foto profil anggota Polisi tamatan Akpol. Melalui akun Instagram itu, pada bulan September 2019 RM mengenali Bunga (21) lalu komunikasi instens. “Setelah merasa dekat dengan Bunga, pelaku chat merayu, kamu canti, kamu wanita idaman saya. Dan saya mau menikah kamu. Nnanti waktu saya pelantikan AKPOL kamu harus datang, saya akan menikahi kamu,” ujar Kasat dalam keterangan rilis.

FOTO: Kasat Reskrim Polres Kerinci IPTU Edi Mardi,S.SE,MM Dalam Pers Rilis Pelakukan Kejahatan Pornografi dan UU ITE

Jelas Kasat, akhirnya bunga percaya kepada RM dan meminta Bunga mengirimkan video yang memperlihat payudara saat itu korban memakai baju kotak-kotak warna merah kemudian video tersebut dikirim kepada pelaku RM. “Korban Bunga juga dipaksa Pelaku RM melakukan Phonesex dan dilanjutkan Video call,” jelasnya.

Untuk pelaku saat ini mendakam di tahanan Polres Kerinci, atas perbuatannya RM di jerat pasal 29 jo pasal 4 ayat (1) huruf c dan d Undangan-undangan nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi, kedua pasal 45 ayat 1 jo Pasal 27 ayat 1 UU nomor 19/2016 tentang perubahan UU nomor 11/2008 tentan ITE. Pelaku diancam maxsimal 12 tahun penjara.(Riko Pirmando)

Share Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *