Gelar Pertemuan, Tokoh Hilir Perkuat Basis


 

KERINCI – Lebih dari 80 puluh tokoh Kerinci Hilir menggelar pertemuan, Selasa (23/01). Pertemuan ini dilaksanakan untuk memastikan gerakan pemenangan satu calon bupati dari Kerinci Hilir.

Beberapa tokoh diantaranya adalah M. Rahman, Candra Purnama, Ilyas Adnan, Mansyur Sami, Maruf Kari, Sulaiman, Raisul Jamal Jahidin, Jafni Nawawi, serta tokoh-tokoh kenamaan lainnya.

Serta salah satu orang dekat Tafyani Kasim, yaitu Husni Hasan dan M Fadila.
Tokoh Kerinci yang juga merupakan mantan Wakil Bupati Kerinci M Rahman, ketika dikonfirmasi usai pertemuan menyebutkan bahwa pertemuan ini digelar untuk memperluas jaringan tokoh-tokoh hilir untuk turun ke masyarakat.

Gerakan-gerakan terus dievaluasi untuk memenangkan satu calon dari Kerinci Hilir ini.

Baca Juga  Peduli Petani, Ezi Kurniawan Kembali Beri Bantuan Perbaikan Jalan Usaha Tani

“Kita terus mengevaluasi, yang jelas untuk diketahui bahwa Kerinci Hilir kompak, ini buktinya tokoh-tokoh hadir, tokoh-tokoh dari desa-desa hadir mengikuti pertemuan ini penuh semangat,” ujarnya.

Apasaja inti pembahasan, Rahman enggan menyampaikan secara terbuka. Yang pasti kata Rahman, jangan bangga bisa masuk ke Kerinci Hilir melakukan sosialisasi dengan masyarakat saat ini.

“Jangan bangga lah bisa sosialisasi di Kerinci Hilir, kita juga juga lakukan itu, dan yang paling penting untuk diketahui, semuanya sudah kita antisipasi. Ya, jadi jangan nanti merasa sosialisasi di hilir kok tidak ada manfaatnya. Hilir maunya hanya satu, mau jadikan putra Hilir jadi Bupati, apalagi saat ini ditambah dengan kekuatan Arsal Apri dari wilayah tengah, kita yakini kekuatan serta strategi yang dimainkan akan mampu memenangkan pertarungan merebut BH 1 DZ ini,” pungkas Rahman. (ist)

Baca Juga  Beri Bukti Bukan Janji, Ezi Kurniawan Beri Bantuan Alat Berat Perbaiki Jalan Usaha Tani
block ID 8719 : indojatipos.com
     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.