Mohon Doa, Aktivis Asal Jambi Siap Nahkodai Kohati PB HMI


 

FOTO: Pitria Nova Asriani.

JAMBI- Pitria Nova Asriani, aktivis asal Jambi yang saat ini menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (Wasekjend PB HMI), siap menahkodai Korps HMI Wati (Kohati) PB HMI.

Hal itu disampaikannya Senin (29/01) kepada Indojatipos Media. Kesiapan itu bukan tak berdasar, mengingat pengalamannya yang sudah malang melintang di HMI membuat dirinya percaya diri untuk menjajal kontestasi pemilihan orang nomor 1 di Kohati PB HMI tersebut.

Dara kelahiran Desa Benik, Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci ini mohon doa dan dukungan dari seluruh kader HMI wati di seluruh Indonesia dan terutama doa dari keluarga besar HMI, KAHMI, dan seluruh warga Jambi.

Baca Juga  Puluhan Pelaku UMKM di Sungaipenuh Sulit Dapatkan Bio Solar

“Saya mohon doanya, agar dalam Musyawarah Nasional Korps HMI Wati nanti saya diberikan kekuatan agar dapat meraih kemenangan,” ujar Mantan Ketua Umum HMI Cabang Kerinci Periode tahun 2014 ini.

Saat ini, Pitria, tercatat sebagai mahasiswa pasca sarjana Universitas Trilogi Jakarta telah menjalin komunikasi dari sejumlah pengurus Kohati dari berbagai daerah di Indonesia untuk dapat bersama-sama memenangkannya pada kontestasi periode 2 tahun mendatang.

Selain itu, aktivis yang mengusung jargon dari Jambi untuk negeri ini juga telah meminta restu dari Bupati dan Wakil Bupati Kerinci, serta Gubernur Jambi.

Dia menjelaskan sesuai dengan aturan main, semua kandidat harus mendaftarkan diri sebelum pelaksanaan Munasko yang digelar 09 Februari mendatang.

Baca Juga  Puluhan Pelaku UMKM di Sungaipenuh Sulit Dapatkan Bio Solar

Oleh karena itu, dirinya memilih untuk mendaftarkan diri pada senin (29/01) malam ini sekitar pukul 21.00 WIB.
“Mohon doanya, malam ini saya akan mendaftarkan diri,” pungkasnya. (rc)

block ID 8719 : indojatipos.com
     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.