4.640 PEMBACA

Lagi, 1 Warga Sungaipenuh dan 1 dari Kerinci Diisolasi di RSU MH Thalib Kerinci


INDOJATIPOS.COM, KERINCI –Perkembangan kasus covid-19 di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh mengalami perubahan, Senin (4/5/2020). Pasien Dalam Pengawasan (PDP) telah ada dua orang, setelah rapid tes positif.

Satu tambahan pasien yang hasil rapid tes positif asal Kabupaten Kerinci adalah warga Beliu, Kecamatan Depati VII. Ia telah diisolasi di rumah sakit Mayjen H.A Thalib Kerinci, sejak Minggu (3/4/2020) sore.

Sedangkan untuk pasien positif Covid 19 di Kabupaten Kerinci masih tetap 1 orang. Sementara untuk Orang Dalam Pengawasan (ODP) berjumlah 60 Orang.

“Ini data laporan per 4 Mei 2020,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kerinci, Hermendizal, Senin (4/5/2020) kepada wartawan.

Sementara itu, untuk Kota Sungai Penuh satu orang tambahan pasien hasil rapid tes positif dan sekarang telah di isolasi ke rumah sakit Mayjen H.A Thalib Kerinci. Namun sejauh ini belum diketahui asal dan tempat tinggal pasien tersebut.

Hal itu diakui oleh Kabid Pelayanan RSUD MHAT Kerinci, Nafrizal kepada wartawan.

“Hari ini ada satu orang warga Sungai Penuh masuk isolasi karena positif rapid tes. Satu orang kemarin warga Belui Kerinci juga positif rapid tes,” ungkap Nafrizal, Senin (4/5).

“Jadi ada dua orang pasien baru yang diisolasi karena rapid tes positif,” tambahnya.

Ia mengatakan, total jumlah pasien yang menunjukan gejala Covid-19 dan diisolasi di RSUD MHAT Kerinci sebanyak 7 Orang. Dari jumlah tersebut 2 orang status positif virus corona dan lima orang PDP atau baru positif rapid tes.

“Mereka yang tidak menunjukkan gejala, kita kembalikan ke Dinkes. Nanti Dinkes yang menentukan apakah diisolasi secara mandiri atau lainnya,” jelasnya.

Diakuinya, untuk tempat isolasi saat ini RSUD MHAT Kerinci hanya memiliki 10 tempat tidur. Dari jumlah tersebut 4 tempat tidur terdapat dalam satu ruangan.

“Tempat isolasi tersebut sudah memenuhi standar,” pungkasnya.

Sementara Jubir Penanganan Covid-19 Kota Sungaipenuh M Rasyid terkesan tidak tau, bahwa pihak belum menerima laporan dari Dinkes Kota Sungaipenuh. “Belum ada laporan,” kata M Rasyid ketika dihubungi indojatipos.com.(rco/yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!