367 PEMBACA

Penjualan BBM Solar di SPBU Pelayang Raya dengan UMKM, Pertanian Sudah Sesuai dengan Aturan


INDOJATIPOS.COM, Sungai Penuh– Pejualan BBM Solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum SPBU 24.371.20 Pelayang Raya, Kota Sungaipenuh telah sesuai dengan aturan.

Pelayanan SPBU 24.371.20 pelayang raya mendapat apresiasi dari pelaku UMKM, Petani, Pertenakan Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh. Karena, pelayanan SPBU membuat jadwal pengisian jeriken, dan pembelian dibatasi serta dilampirkan surat usaha dari Pemerintah Desa setempat.

“Kami sangat terbantu dapat membeli BBM Solar subsidi di SPBU Pelayang Raya, karena pembeliannya sangat teratur dan sesuai perizinan serta keterangan dari pemerintah desa. Ini harus dipertahanankan, jika kami tidak dapat membeli Solar lagi, biaya produksi kami akan naik,” ujar Noni Pelaku UMKM Pertanian Pengilingan Padi di Lolo, Gunung Raya Kerinci saat diminta tanggapannya indojatipos.com, Sabtu (25/7/2020).

Baca Juga  5 Warga Sungaipenuh Terpapar Covid-19, Ini Identitasnya

Terpisah, Pak Liza, pelaku pengilingan Kopi Desa Lempur Kerinci juga memberi apresiasi kepada SPBU Pelayang Raya atas layanan pelaku UMKM dapat membeli Solar.

“Jika ada rencana penutupan pembelian solar menggunakan jerigen, kami sangat kecewa. Itu hanya sorotan oknum masyarakat yang tidak tau aturannya. Dengan ini kami tetap minta SPBU Pelayang Raya melayani kami petani, pelaku UMKM. Semoga pelayanan tetap,” ungkapnya.

Sementara Pemilik SPBU 24.371.20 Pelayang Raya, Halimatu Sya’hdiyah dikonfirmasi mengutarakan, Pembeli BBM Solar menggunakan Jeriken diperbolehkan, namun tidak boleh diperjual belikan kembali.

“Jika BBM yang dibeli di SPBU jenis solar, sesuai dengan Perpres 191 peruntukan solar JBT (jenis bahan bakar tertentu) selain untuk tranportasi kendaran, juga bisa digunakan untuk UMKM, usaha pertanian, usaha perikanan dan pelayanan umum seperti kesehatan. Namun jika pembelian solar menggunakan jiriken, maka konsumen wajib menyerahkan surat rekomendasi dari Pemdes terkait,” ucap Sya’diah.

Baca Juga  5 Warga Sungaipenuh Terpapar Covid-19, Ini Identitasnya

Terkait ada oknum yang mempersoalkan penjualan BBM Solar tersebut kepada UMKM, itu salah. Selama ini, kata Sya’diah, pelaku UMKM membeli sudah tertata dengan baik. Sehingga pelaku UMKM dapat pembagian.

“Kita melayani UMKM sudah sesuai aturan, dan diatur jadwal dari jam 6 pagi sampai jam 11. Seperti usaha pertanian dan perikanan harus melampirkan surat rekomendasi dari, Desa, dinas pertanian dan dinas perikanan. Pelayanan umum di bidang kesehatan maka perlu mendapatkan rekomendasi dari dinas kesehatan. Karena kriteria UMKM sendiri mengacu pada UU No 20 tahun 2008, maka untuk kegiatan UMKM surat rekomendasi pun juga direkomendasikan oleh dinas UMKM dan BBM yang dibeli di SPBU dipergunakan untuk kegiatan usahanya seperti untuk alat-alat pendukung usahanya yang menggunakan BBM, bukan untuk diperjualbelikan kembali,” tambahnya, dia juga mengatakan, penerapan ini sudah berjalan lama sesuai BPH MIGAS No. 3865 E/KA BPH/2019 Pengendalian Kuata JBT Tahun 2019.(rco)

Baca Juga  5 Warga Sungaipenuh Terpapar Covid-19, Ini Identitasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!