398 PEMBACA

Pelaku UMKM Kota Sungaipenuh Minta Pertamina Pasokan BBM Subsidi Ditambah


INDOJATIPOS.COM, Sungai Penuh– Seringnya pelaku UMKM, Pertanian, Peternakan di Kota Sungaipenuh-Kerinci mengeluh harus mengeluarkan biaya besar untuk membeli BBM jenis dexlite. Pasalnya, mereka mendapatkan BBM subsidi dibatasi, karena pasokan BBM terbatas, sehingga pihak SPBU di Kota Sungaipenuh membatasi supaya penyaluran BBM merata.

Salah seorang pemilik rice miling (penggilingan padi) Kecamatan Tanah Kampung dikonfirmasi mengakui, pihaknya sering tak dapat kebagian BBM solar karena stok di SPBU Pelayang Raya di Batasi.

“Ada beberapa kali saat antrian Solar sudah habis, terpaksa beli dexlite. Jika dexlite digunakan terus biaya operasional kami besar dan berdampak pada petani menggiling padi. Maka dari itu kita minta pertamina menambah BBM solar untuk kebutuhan pelaku UMKM di Sungaipenuh dan Kerinci,” ujar Alni, seraya menyampaikan jumlah rice miling 1 kecamatan di Kota Sungaipenuh mencapai 40 unit dikalikan 10 kecamatan dan belum lagi di Kabupaten Kerinci. Tentu BBM subsidi tak cukup.

Baca Juga  Lima Warga Kerinci Positif Covid-19, Hari Ini dari Kayuaro, 1 Sudah Meninggal

Terpisah, Supardi pemilik mobil angkutan barang di Kota Sungaipenuh menyampaikan, pihaknya hampir saat antrian mengisi BBM Solar satu hari baru dapat. “Iya, kami sopir angkutan barang susah dapat BBM, jika dapat itu antri. Kadang-kadang sering solarnya habis. Maka kita minta pihak pertamina menambah pasokan lagi di SPBU Pelayang Raya ini,” ucapnya.

Sementara, Sya’diah pemilik SPBU Pelayang Raya Kota Sungaipenuh dikonfirmasi soal pasokan BBM Subsidi mengatakan, pihak mendapat pasokan 14 ton BBM bio solar 1 hari.

“Memang pasokan kita terbatas dari pertamina, dan kita sudah usulkan penambahan. Mudahan ditambah pasokan kita oleh pertamina. Inikan kebutusan UMKM, untuk pertanian, peternakan dan mobil angkutan barang,” kata Sya’diah.

Baca Juga  DPRD Kerinci Minta Bupati Terbitkan Perbup Soal Pajak Galian C, Lokasi Ilegal Ditutup

Terkait penyaluran, pihaknya membagikan BBM solar tersebut kepada pelaku UMKM, penggilingan padi, kopi dan yang punya surat dari pemerintah setempat.

“Kalau Pasokan kita 14 ton, 10 ton untuk kendaraan, 4 ton untuk pelaku penggilan padi, kopi, mesin pertanian. Memang banyak tidak dapat, karena stok kita terbatas. Paling SPBU butuh penambahan solar 8 Ton lagi per hari untuk ketahanan stok. Kalau penambahan 14 ton terlalu banyak,” ucapnya.(yud/rco)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!