Lemahnya Pengawasan, Pekerjaan DI Desa Gedang Diduga Asaljadi


INDOJATIPOS.COM, Sungai Penuh-Akibat kurangnya pengawasan Rehabilitasi Jaringan irigasi DI Desa Gedang, Kota Sungaipenuh disorot. Proyek yang di kerjakan oleh salah satu perusahaan PT Jambi Kreasi Globalindo diduga asal jadi.

Rehabilitasi jaringan irigasi DI Desa Gedang yang mengunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) di Desa Gedang Kecamatan Sungai Penuh dengan anggaran Rp. 3.7 Milyar lebih bermasalah.

Padahal sebumnya pekerjaan DI Desa Gedang yang telah rame diberitakan itu suatu pertanda berupa teguran buat pihak perusaan maupun Dinas PUPR khususnya Bidang Sumber Daya Air(SDA) Kota Sungai Penuh, namun tanpak seolah-olah pihak rekanan dan SDA tak perduli dengan pemberitaan yang tayangkan oleh beberapa media.

Pantaun Media Indojatipos.com dilapangan, (18/11/2020) meskipun cor lantai dan diding DI Desa Gedang mengunakan ready mix namun ketahanan dan kekerasannya masih diragukan,selain itu pada sambungan Besi Wiremesh yang tidak sesuai dengan aturan, ini bisa berakibat lemahnya daya tahan pada dinding cor beton.

Baca Juga  80 Persen Suara Pondoktinggi Milik AZAS Fider: Calon Kami Bukan Preman

Selain itu, lokasinya berlumpur (Rawa) diduga cor beton baik pada lantai maupun dinding mudah mengalami kerusakan,sebab banyak dinding cor beton yang miring apalagi dengan kondisi scor penahan pada penbesiannya banyak yang tidak menyatu, hal ini disebabkan lemahnya unsur pengawasan dari pihak dinas maupun dari pihak konsultan.

Ditempat terpisah Nadi dari Lembaga Swadaya Masyarkat REAKSI (Rakyat Anti Korupsi) kepada media ini mengatakan, pekerjaan ini lemah dalam pengawasan. Ia meminta kepada Dinas PUPR khususnya Bidang SDA mengawasi pekerjaan dengan ketat, apalagi DI Desa Gedang menelan Dana yang cukup besar 3,7 Milyar.

“Kami sarankan kepada pihak PUPR khususnya Bidang SDA agar mengawasi pekerjaan DI Desa Gedang dengan ketat, jika pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan acuan gambar karja dan Spesifikasi teknis pekerjaan itu harus diperbaiki kembali mampung masih ada waktu,” papar kusnadi.

Baca Juga  AZAS Janji Bangun Kota Modern, Pedagang K5 Pasca Kebakaran Mendukung

Lanjutnya lagi, ini akibat lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh Dinas PUPR Kota Sungai Penuh sehingga pihak rekanan bekerja semaunya saja demi meraih keuntungan yang besar,” tandasnya.

Syapsrijal Direktur dari PT Jambi Kreasi Globalindo saat dihubungi melalui Telepon untuk diminta tangapannya namun handponenya tidak aktif. (Yud)

block ID 8719 : indojatipos.com
     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.