AZAS: Preman Itu “Pengangguran”


INDOJATIPOS.COM, SUNGAIPENUH— Hujatan diarahkan kepada Paslon 01 Ahmadi Zubir-Alvia Santoni dengan sebutan Paslon Preman, ditanggapi Ahmadi Zubir dengan senyum. Tidak ada reaksi berlebihan dari Cawako yang diusung PPP-PDIP-Berkarya itu. Hanya saja, dia menyebutkan preman itu artinya pria bebas alias pengangguran.

“Kami berdua punya pekerjaan dan penghasilan tetap. Saya Ketua STKIP selama 20 tahun juga kepala dinas. Demikian juga Pak Antos, beliau Ketua STIE Sakti Alam Kerinci,” kata Ahmadi Zubir menanggapi tudingan preman yang diarahkan kepada mereka berdua.

Lalu siapa yang tidak punya pekerjaan, siapa yang pengangguran tanya Ahmadi…? Nah… yang pengangguran itu identik dengan preman.”Sekali lagi saya tegaskan, kami berdua punya pekerjaan dan punya pendapatan yang jelas,” tegas Ahmadi disambut yel-yel pendukungnya. “Tetangga sebelah yang pengangguran…” ujar massa.

Baca Juga  Ahmadi: Selamat HUT PDI Perjuangan ke 48, Partai Wong Cilik Pejuang Perubahan

Ahmadi menegaskan, terlalu banyak hujatan diarahkan kepada mereka berdua. Tapi, tidak ditanggapi anggap saja anjing menggonggong kafilah berlalu. “Untuk apa menanggapi gawe orang lain, kerja kita saja tidak beres,” jelas Ahmadi lagi.

Dia kembali menegaskan, jika terpilih nanti tetap berpihak kepada masyarakat. Tidak ada tekanan, masyarakat bebas untuk menentukan arah kehidupan mereka. Jika PNS silakan menjalankan tugas sebagai abdi negara, demikian juga tenaga honorer tetap bekerja sesuai dengan tugas yang diembankan kepada mereka.

“Jika kami berdua yang jadi walikota dan wakil walikota kami tidak melarang kalian mau ikut kampanye mau tetap di rumah. Tidak ada larangan, Mau foto, selpie dengan kandidat juga tidak dilarang,” jelas Ahmadi lagi yang merasa heran dengan ASN dan tenaga honorer Kota Sungaipenuh yang dilarang melihat kampanye. Mereka juga ditekan untuk memilih salah satu kandidat.

Baca Juga  Heboh Video Dua Pasang ABG Digerebek Warga di Koto Baru, Ini Videonya

Ahmadi merasa heran, Undang-undang tidak melarang ASN dan honorer untuk ikut kampanye. Malah, dengan mengikuti kampanye mereka bisa mendengar dan melihat visi misi antar pasangan. Dari sana mereka bisa menentukan arah mana pemimpin kedepan.”Jangan dipaksakan harus memilih anak pejabat. Jika tidak mereka diancam dan ditakuti akan diberhentikan,” kata Ahmadi.

Cara menekan, intervensi seperti itu gaya lama, sudah selayaknya ditinggalkan. Beri kebebasan, katanya masyarakat untuk berdemokrasi. Jangn dikekang kebebasan mereka.

Demikian pula partai politik, jangan diborong dan tidak memberi kesempatan kepada calon lain untuk ikut bertarung. “Makanya kami berterima kasih kepada tiga parpol PPP, PDIP dan Berkarya yang telah memberi kesempatan kepada kami untuk ikut bertarung pada pilkada di Kota Sungaipenuh. Keiklasan tiga partai ini menghidupkan demokrasi di Kota Sungaipenuh, sehingga kotak kosong gagal,” jelas Ahmadi yang disambut yel-yel massa.

Baca Juga  Bendahara Kooperatif Ditahan, Kadis Perkim Kota Sungaipenuh Kemana?

Jika kotak kosong gagal, tegasnya lagi tentu perlawanan berat. Karena apa, masyarakat berduyun-duyun melawan dan memperjuangkan perubahan. “Makanya, pada 9 Desember mendatang, teguhkan hati untuk perubahan. Coblos Nomor Satu Ahmadi Zubir-Alvia Santoni.(dev/rco)

block ID 8719 : indojatipos.com
     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.