Pengerjaan Proyek Tertutup, Material Sungai Bungkal di Bawa Kantor Dinas PUPR Dipertanyakan  


INDOJATIPOS.COM,Sungaipenuh– Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sumur Anyir Kecamatan Sungai Bungkal Kota Sungai Penuh menjadi sorotan warga. pasalnya di sekeliling lokasi pekerjaan telah dipagari dengan atap Seng.

Diketahui dari situs LPSE Kota Sungai Penuh bahwa Pekerjaan Irigasi D.I Sumur Anyir dikerjakan oleh CV Gibran Akbar yang beralamatkan Air Tenang (Kerinci) Jambi dengan Nilai Kontrak Rp. 2.378.009.450 Dinas Pekerjaan Umum Kota Sungai Penuh.

Menurut keterangan warga, sebelumnya masih seperti biasanya terbuka, beberapa hari ini lihat pekerjanya telah ditutup semua dengan seng, hal ini juga menjadi pertanyaan kenapa ditutup, apa tidak boleh dilihat oleh warga..?

“Kita merasa heran kenapa ditutup, padahal kan tidak ada menganggu, kami menduga kalau ditutup kontraktor akan lebih mudah mencuri volume pada kegiatan kontruksi  mereka lebih bebas ngak ada yang melihatm” ungkap salah satu warga setempat.

Baca Juga  Aliansi Pemuda Pondok Tinggi Serahkan Bantuan Korban Kebakaran

Ditempat terpisah Nadi Kusnadi salah satu Aktivis Sungai Penuh dari LSM Reaksi ketika menanggapi hal tersebut, mengatakan, ini betul-betul aneh sejenis pekerjaan Irigasi ditutup, hal ini tentu membuat asumsi masyarakat beranggapan lain akan ada permainan dikontruksi yang tidak sesuai dengan juknis nantinya.

FOTO: Tampak Dumptruk Membongkar Material dari Sungai Bungkal.
FOTO: Tampak Dumptruk Membongkar Material dari Sungai Bungkal di Belakang Kantor Dinas PUPR Kota Sungaipenuh.

“Kami yakin ada permainan yang tak sehat pada kegiatan kontruksi itulah sebab mereka memagat sekeliling lokasi agar tidak terpantau oleh masyarakat maupun dari kontrol sosial dari kawan -kawan LSM maupun Wartawan,” papar Kusnadi.

Lanjutnya lagi, selai itu bahan matrial sungai perlu dipertanyakan pasir dari sungai Bungkal di Desa Sumur anyir dari hasil  tumpukan matrial itu dibawa oleh Damtruck ke kantor PUPR Kota Sungai Penuh, sebab angkutan bahan material dari sungai menuju kantor PUPR itu diduga tidak dibunyikan dalam Kontrak.

Baca Juga  Didukung 42 OKP, M Awal Pimpin DPD KNPI Sungaipenuh

“Sementara biaya sewa alat dan ongkos Mobil Damtrock biayanya dari mana dan tercatat didalam kontrak yang mana, tentu akan kita pertanyakan tentang pengakutan bahan matrial di sungai Desa Sumur Anyir ini. sementara ini kita menduga adanya galian C ilegal di tengah kota sungai penuh ini,” bebernya lagi.

Sampai berita ini dipubliskan Kami belum berhasil mendapatkan hak jawab dari Dinas PUPR kota sungai Penuh.

Laporan: Yudi Hermawan

Editor: Riko Pirmando

block ID 8719 : indojatipos.com
     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.