Meningkatnya Peredaran Napza di Tengah Masa Pandemi Covid-19


Nama : Tania Putri Sitepu
NIM : 1804155
Asal : S1 Farmasi Universitas Perintis Indonesia

Narkotika, Psikotoprika, dan Zat Adiktif atau yang lebih sering disingkat menjadi NAPZA sudah tidak asing lagi di jaman ini. Narkoba sudah bukan hal yang asing bagi telinga masyarakat, begitu pula dengan kasus-kasus penyalahgunaan NAPZA itu sendiri. Kasus penyalahgunaan NAPZA sudah bukan hal yang mengejutkan bagi masyarakat.

Sebelum pandemi ini melanda, dampak yang ditimbulkan akibat pemakaian NAPZA ini sudah sangat berbahaya bagi manusia. Bahaya dan dampak yang akan terasa jika seseorang menyalahgunakan NAPZA bagi hidup dan kesehatannya adalah sebagai berikut, yang pertama adalah dehidrasi, tubuh akan mengalami kekurangan cairan karena keseimbangan elektorit berkurang. Kemudian dampak selanjutnya adalah halusinasi.

Baca Juga  Dibuka Wako Ahmadi, Lomba Drumband Digelar PDBI Sungaipenuh Berlansung Meriah

Halusinasi merupakan efek yang sering dirasakan oleh para pengguna NAPZA seperti ganja. Jika pemakaian NAPZA ini dalam dosis yang berlebihan bisa sampai menyebabkan rasa mual, muntah, rasa takut yang berlebihan, gangguan kecemasan. Dan jangka panjang dari efek ini adalah dapat mengakibatkan gangguan mental seperti depresi dan kecemasan yang terus menerus.

Selain itu, pemakaian narkotika dalam dosis berlebih dapat menyebabkan penurunan tingkat kesadaran, karena pengguna itu terlalu rileks, dapat membuat pengguna kehilangan kesadaran dan bahkan tidak mengenali lingkungan sekitar. Dan dampak yang paling buruk yang mungkin saja terjadi bagi para pecandu NAPZA adalah kematian.

Sekarang ini, yang menjadi tantangan bangsa bukan hanya wabah yang tengah melanda hampir seluruh dunia yaitu Covid-19 tapi juga peredaran NAPZA yang menjadi dua kali lebih banyak pada masa pandemi seperti saat ini. Peningkatan peredaran NAPZA pada pandemi saat ini meningkat sampai dengan 120%. Contoh nyata yang bisa terlihat oleh semua bangsa Indonesia adalah banyaknya publik figur yang turut terjerumus pada penyalahgunaan NAPZA di masa pandemi Covid-19 ini

Baca Juga  Wawako Antos : HIPMI Mitra Strategis Pemerintah

Ditengah masa pandemi Covid-19 dampak yang sangat terasa pada kebanyakan masyarakat adalah dampak ekonomi. Dalam masa pandemi ini krisis ekonomi semakin terasa, jumlah pengangguran semakin meningkat, banyak tenaga kerja yang di-PHK Hal ini dimanfaatkan oleh para bandar narkoba untuk memperjual belikan barang tersebut.

Para bandar memanfaatkan situasi untuk mempengaruhi masyarakat yang merasa tertekan secara mental akibat pandemi Covid-19 ini. Pandemi Covid-19 ini sangat rentan memicu stress bagi beberapa orang. Kondisi ini pula dapat mempengaruhi seseorang terjerumus menggunakan NAPZA.

Menurut BNN, ada beberapa pendekatan yang dapat dijadikan solusi alternatif yang dapat dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan NAPZA pada masa pandemi Covid-19 karena sosialisasi tidak memungkinkan dilakukan pada saat pandemi seperti saat ini yaitu dengan pendekatan agama, pendekatan psikologis, dan pendekatan sosial.(***)

Baca Juga  Wako Ahmadi Promosikan Produk Unggulan Kota Sungai Penuh ke Menteri Perdagangan
block ID 8719 : indojatipos.com
     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.