Pencegahan Penyalahgunaan Napza dengan Program P4GN


Penulis : Iffauzi Hasbullah Masri
NIM: (1804099)
Jurusan:  Farmasi, Universitas Perintis Indonesia

NAPZA adalah singkatan dari narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya yang merupakan sekelompok obat, yang berpengaruh pada kerja tubuh, terutama otak. Satu sisi narkoba merupakan obat atau bahan yang bermanfaat di bidang pengobatan, pelayanan Kesehatan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Namun, di sisi lain dapat menimbulkan ketergantungan apabila dipergunakan tanpa adanya pengendalian. Penyalahgunaan Napza tidak saja berbahaya dan merugikan keluarga, tetapi menimbulkan dampak sosial yang luas.
Kasus penyalahgunaan Napza di Indonesia dari tahun ke tahun juga terus mengalami kenaikan dimana pada tahun 2008-2011 ada sebanyak 3,3 juta dengan prevalensi 1,99% menjadi 4 juta dengan prevalensi 2,32% dan diprediksikan angka tersebut akan terus mengalami kenaikan. Diketahui 5,2% diantaranya adalah kalangan pelajar dan mahasiswa.

Penyalahgunaan Napza sangat memberikan efek yang tidak tidak baik dimana bisa mengakibatkan adiksi (ketagihan) yang berakibat pada ketergantungan. Hal tersebut terjadi karena sifat-sifat narkoba yang dapat menyebabkan :
1. Keinginan yang tidak tertahankan (an over powering desire) terhadap zat yang dimaksud dan kalau perlu dengan jalan apapun untuk memperolehnya.
2. Kecenderungan untuk menambahkan takaran atau dosis dengan toleransi tubuh.
3. Ketergantungan psikologis, yaitu apabila pemakaian zat dihentikan akan menimbulkan gejala-gejala kejiwaan, seperti kegelisahan, kecemasan, depresi dan sejenisnya.
4. Ketergantungan fisik yaitu apabila pemakaian zat dihentikan akan menimbulkan gejala fisik yang dinamakan gejala putus obat (withdrawal symptoms).

Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) merupakan program yang dicanangkan oleh pemerintah melalui Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun 2011-2015 dengan tujuan mengendalikan penyalahgunaan Napza. P4GN perlu dilakukan dengan berfokus pada kegiatan pencegahan sebagai upaya untuk memiliki pola pikir, sikap dan terampil menolak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Program ini dilaksanakan untuk menjadikan 97,2% penduduk Indonesia imun terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dan 2,8% penduduk Indonesia (penyalahguna narkoba) secara bertahap mendapat layanan rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Penyuluhan Napza adalah semua upaya secara sadar dan berencana yang dilakukan untuk memperbaiki perilaku manusia, sesuai prinsip-prinsip Pendidikan, yakni pada tingkat sebelum seseorang menggunakan Napza, agar mampu menghindari dari penyalahgunaan.
Sasaran dari upaya ini adalah orang-orang dengan resiko tinggi yang memiliki masalah serta tidak mampu dipecahlan sendiri, sehingga dalam kehidupannya sering mencari pemecahan keliru, seperti prilaku untuk kepuasan sementara melalui penggunaan Napza.

Penyalahgunaan zat tidak saja berbahaya dan merugikan keluarga dan menimbulkan dampak sosial yang luas, sehingga P4GN perlu dilakukan dengan berfokus pada kegiatan pencegahan sebagai upaya menjadikan para masyarakat memiliki pola pikir, sikap dan terampil menolak penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Persoalan narkoba merupakan persoalan yang harus ditangani secara sungguh-sungguh oleh seluruh komponen masyarakat. Bukan saja penanganan bagi penggunanya, melainkan juga perkembangan bisnis narkoba yang ada di Indonesia sudah mulai menggelisahkan. Bagaimana pemerintah dan aparat penegak hukum melalui BNN juga memberantas pengedar dan produsennya.

Advokasi dan KIE juga merupakan bentuk komunikasi yang dilaksanakan sebagai salah satu bentuk program pencegahan. Kita tidak ingin dikemudian hari negara kita dikuasai oleh kartel-kartel narkoba seperti yang terjadi dinegara Amerika Latin.(***)

block ID 8719 : indojatipos.com
     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.