Parah! 9 Bulan Tak Diberi Insentif, Nakes Petugas Covid-19 Datangi RSU MH Thalib Kerinci


INDOJATIPOS.COM, Kerinci– Mendapatkan insentif tentu hak bagi Tenaga Kesehatan, apalagi khusus penanganan covid-19. Pemerintah pusat telah mengalokasikan dana tersebut. Namun, tak sampai kepada Nakes.

Setelah 9 bulan tak menerima insentif, sekitar 50 lebih Nakes mendatangi RSU MH Thalib Kerinci, mereka menanyakan kenapa tidak diberikan.

Sebelumnya pun, para tenaga kesehatan tersebut juga sudah menyurati Direktur, tertanggal 22 Juni lalu.

Bahkan surat tersebut juga sudah mendapat disposisi Sekda tertanggal 1 Juli lalu, yang meminta Kepala Badan Pengelola Keuangan Pemerintah Daerah (BPKPD) Kerinci, Nirmala dan Kadis Kesehatan Kerinci, Harmendizal, untuk memberi tanggapan terkait persoalan tersebut. Namun hingga detik ini, BPKPD dan Dinkes masih diam, insentif yang diharapkan puluhan Nakes tak jelas nasibnya.

“Beberapa waktu lalu gaji 13 yang macet, ternyata sekarang malah insentif petugas medis yang nunggak, sudah 9 bulan lagi,” ungkap warga, merasa prihatin.

Berdasarkan data yang dihimpun, tenaga nakes yang belum mendapat insentif sebanyak 98 orang, dengan rincian Dokter penanggung jawab pasien 1 orang, dokter jaga isolasi 16 orang, perawat/ bidan jaga isolasi 26 orang, dokter jaga TRIASE IGD 8 orang, Perawat Jaga TRIASE IGD 8 orang, Perawat jaga PONEK IGD 4 orang, Radiografer (petugas jaga Radiologi), 16 orang, Analis ( Petugas Laboratorium )13 orang, Apoteker ( Petugas Farmasi) 14 Orang, Nutrisionis (Petugas Gizi) 8 Orang.

“Benar, kami mendatangi direktur ingin mempertanyakan dana insentif yang belum kami terima sejak tahun 2021, kami ingin tau apa sebenarnya yang terjadi, ” ungkap salah seorang tenaga medis kepada wartawan di halaman RSU MHA Thalib, Rabu (14/07).

Parahnya lagi menurut pegawai nakes, bulan November dan Desember tahun 2020 ternyata mereka juga belum menerima insentif.

“Bukan hanya sepanjang tahun 2021, bulan November dan Desember tahun 2020 kami juga tidak menerima dana Covid ini, ” jelasnya.

Direktur pihak RSU MHA Thalib dr Iwan membenarkan nakes menanyakan insentifnya, namun semua berkas SPJ sudah siap dan sudah diserahkan kebagian keuangan.

Sementara pihak BPKPD dan Dinkes, masih belum ada tanggapan dan klarifikasi terkait persoalan yang dialami tenaga kesehatan tersebut.(rco)

block ID 8719 : indojatipos.com
     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.