Kampus Mengajar Memberi Solusi di Era Pandemi, Mahasiswa Kembali ke Daerah Untuk Mengabdi


Nama : Mohammad Heikal Alfredo
Penulis Mahasiswa: Universitas Pendidikan Indonesia Bandung

KAMPUS mengajar merupakan implementasi kebijakan Kampus Merdeka yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Mendikbud Ristek RI), Nadiem Makarim. Dalam program ini, dilibatkan seluruh mahasiswa setiap kampus dengan latar pendidikan yang berbeda-beda.

Bahkan, ada yang dari jurusan non kependidikan, seperti teknik, ekonomi, dan hukum untuk membantu proses belajar mengajar di sekolah, khususnya pada jenjang sekolah dasar (SD) yang berakreditasi C atau berada di daerah 3T (Tertinggal, Terpencil, Terluar).

Program Kampus Mengajar Angkatan 1 bekerjasama dengan LPDP dan perguruan tinggi diseluruh Indoneisa salah satunya Universitas Pendidikan Indonesia. Bersama 15.000 mahasiswa lainnya Mohammad Heikal Alfredo, putra daerah Jambi yang merupakan mahasiswa Universitas Pendidikan Indoneisa yang juga salah satu mahasiswa yang berkesempatan mengikuti program Kampus Mengajar Angkatan 1 untuk mengabdi, berkontribusi dan berkolaborasi dengan pihak sekolah untuk meningkatkan pembelajaran literasi, numerasi, administrasi, dan teknologi sekolah.

Program ini terbagi menjadi tiga alur, prapenugasan, penugasan, dan akhir penugasan. Pada saat prapenugasan, Heikal diberikan pembekalan selama 6 hari, mulai 15 hingga 20 Maret 2021. Kemudian, koordinasi dengan dinas pendidikan setempat dan koordinasi dengan sekolah mitra dilaksanakan pada 22 Maret 2021.

Masa penugasan diselenggarakan mulai 22 Maret hingga 26 Juni 2021. Selama penugasan, Heikal dan mahasiswa lainnya diberikan rambu-rambu kegiatan kampus mengajar selama di sekolah, di antaranya 1) aktivitas mahasiswa lebih bersifat penguatan kompetensi peserta didik dan penumbuhan budaya mutu, 2) aktivitas pembelajaran tidak menggantikan peran guru, namun melengkapi dan memperkaya materi dan strategi pembelajaran bagi siswa, 3) aktivitas mahasiswa ditujukan untuk menginisiasi dan membangun komunitas belajar (community development) di sekolah mitra.

Di sekolah mitra tempat ia bertugas bersama 5 mahasiswa dari universitas dan jurusan yang berbeda, di antaranya satu orang dari Universitas Pendidikan Indonesia yaitu Heikal sendiri, dua orang dari Universitas Bung Hatta, satu orang dari Uiversitas Andalas, satu orang berasal dari Universitas Jambi.

Heikal bersama lima mahasiswa lainnya ditempatkan di Sd Plus Muhammadiyah Sungai Penuh yang berlokasi di Jl. Jenderal Ahmad Yani, Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh, Jambi. Proses pembelajaran di Sd Plus Muhammadiyah dilakukan secara luring dengan protokol kesehatan yang ketat, 1 jam pelajaran setiap harinya dilakukan selama 40 menit, hal ini menimbang penyebaran Covid-19 di Kota Sungai Penuh yang terbilang terkendali.

Saat bertugas di sekolah, Heikal dan kawan-kawan punya peran membina masing-masing satu kelas. Setelah jam pelajaran di sekolah berakhir setiap hari Senin, Selasa, dan Kamis pukul 10.00-11.20 WIB, akan ada pembelajaran tambahan CALISTUNG, yang diperuntukan bagi siswa yang masih belum bisa membaca, menulis, dan berhitung karena sekolah ini merupakan sekolah Tahfiz. Itu sebabnya, ada kelas tambahan lain, yaitu kelas baca: Iqra dan Quran selain itu Heikal dan teman-teman juga membantu adaptasi teknologi dan administrasi sekolah.

Kegiatan Kampus Mengajar ini sangat bermanfaat sekali untuk kita semua terkhusus untuk sekolah-sekolah yang mana di saat pandemi ini mengalami kesulitan dalam pembelajaran daring maupun luring, maka disinilah Kampus Mengajar Hadir membantu memberikan solusi bagi bumi pertiwi yang sedang kesusahan.(artikel)

block ID 8719 : indojatipos.com
     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.